Anak Usaha Diputus Pailit, TPS Food Sebut Sudah Ada Langkah Antisipasi

Kompas.com - 08/05/2019, 12:15 WIB
Ilustrasi pengadilan. SHUTTERSTOCKIlustrasi pengadilan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Hakim Pengadilan Niaga memutus pailit terhadap PT Dunia Pangan beserta anak-anak perusahaannya yaitu PT Jatisari Srirejeki, PT Indo Beras Unggul, dan PT Sukses Abadi Karya Inti.

PT Tiga Pilar Sejahtera Tbk selaku induk usaha holding divisi beras tersebut menyayangkan putusan yang jatuh pada Senin (6/5/2019) lalu.

Direktur Utama TPS Food Hengky Koestanto mengatakan, kepailitan yang menimpa Dunia Pangan sebenarnya telah diantisipasi. Oleh karena itu, sejak November 2018, pihaknya telah memohon agar manajemen entitas anak mengadakan RUPSLB untuk pergantian manajemen. Namun, permintaannya tak digubris sehingga TPS Food harus mengajukan permohonan RUPSLB di Pengadilan Negeri Sragen dan Karanganyar.

"Sekarang terbukti, dengan pailitnya Dunia Pangan ini permohonan kami mengenai RUPSLB untuk pergantian manajemen sangat relevan dan berdasar," kata Hengky dalam keterangan tertulis, Rabu (8/5/2019).

Hengky berharap Pengadilan Negeri Sragen dan Karanganyar menyadari bahwa pergantian manajemen di tingkat anak-anak perusahaan adalah sebuah urgensi yang sangat beralasan.

"Taruhannya adalah nasib ribuan karyawan anak perusahaan kami dan kepercayaan para kreditor," lanjut dia. 


Saat ini Group TPSF tengah menghadapi PKPU tidak hanya pada tingkat holding, namun juga pada entitas anak yaitu PKPU PT Putra Taro Paloma dan PT Balaraja Bisco Paloma, serta PKPU PT Tiga Pilar Sejahtera dan PT Poly Meditra Indonesia.

Terkait 3 kluster PKPU tersebut, saat ini sedang memasuki masa finalisasi proposal perdamaian. Direncanakan dalam waktu dekat, akan dilakukan voting terkait proposal perdamaian.

Sebagai informasi, pada 22 Maret 2019, selain perjanjian terkait TPS-PMI, telah

ditandatangani perjanjian antara para pemegang saham Dunia Pangan yaitu TPSF, Joko Mogoginta, dan Golden Partnership bersama-sama dengan Direksi PT Dunia Pangan, PT Jatisari Srirejeki, PT Indo Beras Unggul dan PT Sukses Abadi Karya Inti. Intinya adalah menyerahkan rencana perdamaian kepada TPSF dengan dibantu oleh Deloitte.

Namun, perjanjian tersebut tidak pernah dikembalikan kepada TPSF dan secara de facto TPSF tidak pernah dillibatkan dalam proses penyusunan proposal perdamaian hingga akhirnya ada putusan pada senin lalu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X