Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Pilih Bus Saat Mudik

Kompas.com - 08/05/2019, 18:33 WIB
97 bus antar kota jalani ramp check atau pemeriksaan kelaikan jalan jelang libur lebaran pada Selasa (22/5/2018). RIMA WAHYUNINGRUM97 bus antar kota jalani ramp check atau pemeriksaan kelaikan jalan jelang libur lebaran pada Selasa (22/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren mahalnya tiket pesawat sejak akhir tahun lalu diprediksi bakal meningkatkan minat pemudik untuk memilih moda transportasi umum lain, seperti bus.

Sekjen Organisasi Angkutan Darat (Organda) Ateng Haryono menjelaskan, setidaknya akan ada peningkatan penumpang bus hingga 20 persen jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun lalu.

"Akan ada potensi pengguna yang mampu memanfaatkan jalan raya, juga akan lebih irit dan hemat, mereka akan berpikir akan memanfaatkan bus sebagai pilihan. Potensi pertumbuhan penumpang bus mungkin 15 smp 20 persen," ujar Ateng ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (8/5/2019).

Baca juga: AirAsia Senang Jika Pemerintah Turunkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Tak hanya faktor harga tiket pesawat yang mahal saja, Ateng menjelaskan keberadaan tol trans jawa turut mendorong minat masyarakat untuk memanfaatkan moda transportasi darat lain.

"Sekarang Jakarta ke Surabaya dengan bus bisa 10 jam atau 11 jam, bahkan 12 jam bisa sampai Malang kalau jalannya lancar, orang akan berpikir menggunakan bus," ujar dia.

Selain itu, tiket bus yang saat ini sudah bisa dipesan secara digital juga menjadi faktor lain yang mendorong peningkatan minalt pemudik terhadap moda transportasi ini.

Ateng tak menyangkal, harga tiket bus ketika Lebaran dibandingkan dengan hari biasa memang lebih mahal. Namun, dia mengatakan, tarif tersebut masih masuk akal dan lebih murah jika dibandingkan dengan pilihan moda transportasi lain seperti kereta.

"Jakarta - Surabaya hari biasa Rp 300.000 sampai Rp 350.000 ya, itu sudah luxury, kalau naik paling jadi Rp 400.000 sampai Rp 450.000 (di lebaran). Saya pikir itu masih make sense dan murah. Kalau kereta api Jakarta-Jogja sudah bisa sampai lebih dari Rp 500.000 eksekutif," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Manfaatkan Ceker Ayam Jadi Sepatu, Bisnis Ini Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Manfaatkan Ceker Ayam Jadi Sepatu, Bisnis Ini Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Whats New
Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan Ditengah Pandemi

Curhatan Sri Mulyani, Sulitnya Membuat Kebijakan Ditengah Pandemi

Whats New
Menteri Edhy Bantah Terlibat Tentukan Eksportir Benih Lobster

Menteri Edhy Bantah Terlibat Tentukan Eksportir Benih Lobster

Whats New
Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Presiden Marah soal Anggaran Kesehatan, Datanya Benarkah?

Whats New
Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Paling Bernilai di Dunia, Kekayaan Elon Musk Naik 21 Miliar Dollar AS

Tesla Jadi Perusahaan Otomotif Paling Bernilai di Dunia, Kekayaan Elon Musk Naik 21 Miliar Dollar AS

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Membedah Pajak Netflix | Cerita Pekerja Proyek | 'Body Shaming' di Sekitar Kita

[POPULER DI KOMPASIANA] Membedah Pajak Netflix | Cerita Pekerja Proyek | "Body Shaming" di Sekitar Kita

Rilis
Sinar Mas Beri Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat melalui Festival Hijau BSD City ke-17

Sinar Mas Beri Edukasi Lingkungan kepada Masyarakat melalui Festival Hijau BSD City ke-17

Rilis
Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Menko Airlangga Optimistis Pemulihan Ekonomi Makin Cepat pada Kuartal III-2020

Whats New
Mengenal Eigendom, Bukti Kepemikan Tanah Warisan Belanda

Mengenal Eigendom, Bukti Kepemikan Tanah Warisan Belanda

Whats New
OJK Disarankan Jadi Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-bank Saja

OJK Disarankan Jadi Pengawas Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-bank Saja

Whats New
Tips Karier Sukses, Begini Cara Dekat dengan Atasan Tanpa Menjilat

Tips Karier Sukses, Begini Cara Dekat dengan Atasan Tanpa Menjilat

Work Smart
Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba

Kementan Alokasikan 15.320 Ton Pupuk Subsidi untuk Bulukumba

Rilis
Negara-Negara Ini Jalankan Sistem Pengawasan Bank di Bawah Bank Sentral

Negara-Negara Ini Jalankan Sistem Pengawasan Bank di Bawah Bank Sentral

Whats New
Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Whats New
Dihantam Pandemi, Maskapai Air France Pangkas 7.500 Karyawan

Dihantam Pandemi, Maskapai Air France Pangkas 7.500 Karyawan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X