Capaian Lifting Minyak Masih di Bawah Target

Kompas.com - 08/05/2019, 20:43 WIB
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto memberi keterangan di kantornya, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas) mencatat realisasi lifting migas hingga April 2019 mencapai 1,8 miliar barrel setara minyak pe rhari.

Jumlahnya telah mencapai 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 2 miliar bopd. Namun, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengakui bahwa lifting minyak hingga bulan keempat 2019 masih belum mencapai target.

"Capaian lifting minyak sampe April 2019 750.000 bopd dari target 775.000 bopd di APBN," ujar Dwi di kantor SKK Migas, Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Sementara itu lifting gas sebesar 5.909 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Meski lifting minyak tak mencapai target, Dwi optimistis angkanya akan terus tumbuh di sisa waktu 2019.

Baca juga: Impor Minyak Turun, Pemerintah Hemat Rp 20 Triliun

Saat ini ada 11 proyek utama yang akan mulai berproduksi di tahun 2019 yang diharapkan dapat mendongkrak lifting minyak.

“Dengan tambahan produksi mencapai 13.587 bopd dan 1.172 MMscfd, kami optimis pada akhir tahun target lifting dapat tercapai," kata Dwi.

Salah satu proyek yang sudah berproduksi tahun ini adalah Proyek Terang Sirasun Batur Fase 2 dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy Indonesia. Adapun estimasi produksinya sebesar 120 MMscfd dan investasi sebesar 214 juta dollar AS. Dwi mengatakan, terdapat lima proyek dengan aktualisasi di atas 60 persen yang diharapkan dapat onstream di semester satu dan lima proyek lainnya yang akan onstream di semester dua tahun 2019.

Kelima proyek tersebut sebagai berikut:

1. Seng Segat dengan estimasi produksi 60 MMscfd. Status aktualisasinya sudah 97,08 persen dan akan berproduksi Mei 2019.

2. Ario-Damar-Sriwijaya Fase 2 dengan estimasi produksi 20 MMscfd. Status aktualisasinya 80,59 persen dengan target produksi Juli 2019.

3. Suban Compression dengan estimasi produksi 100 MMscfd. Status aktualisasinya 96,57 persen dengan target produksi Agustus 2019.

4. YY dengan estimasi produksi 4.605 bopd untuk minyak dan 25,5 MMscfd untuk gas. Status aktualisasinya 79,2 persen dengan target produksi Oktober 2019.

5. Bukit Tua Fase 3 dengan estimasi produksi 3.182 bopd untuk minyak dan 31 MMscfd untuk gas. Status aktualisasinya 69,89 persen dengan target produksi November 2019.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X