Perang Dagang, China Siap Membalas jika Trump Jadi Naikkan Tarif Impor

Kompas.com - 09/05/2019, 07:30 WIB
Ilustrasi perang dagang shutterstock.comIlustrasi perang dagang

BEIJING, KOMPAS.com - Pemerintah China menyatakan akan merespon keputusan Presiden Amerika Serikat yang akan menerapkan tarif lebih tinggi untuk produk-produk impor asal Negeri Tirai Bambu tersebut pada Jumat (10/8/2019).

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (9/5/2019), Kementerian Perdagangan China mengatakan, jika langkah yang ditempuh oleh Amerika Serikat adalah kembali memainkan isu tarif, China juga akan mengambil langkah penanggulangan yang diperlukan.

Peringatan tersebut muncul di saat pejabat AS dan China tengah bersiap untuk melakukan pertemuan dalam dua hari ke depan.

Sementara itu, pada Rabu (8/5/2019) waktu Amerika Serikat, Presiden Donald Trump berkicau melalui akun Twitternya mengenai kunjungan Perdana Menteri China Liu He.

"Perdana Menteri Liu He saat ini tiba di AS untuk membuat kesepakatan. Kita akan lihat (bagaimana hasilnya)," ujar Trump melalui Twitter.

Trump sebelumnya sempat memberikan pernyataan pada Minggu (5/5/2019) di akun Twitternya, AS akan menerapkan tarif dua kali lipat lebih besar untuk produk impor China senilai 200 miliar dollar AS di hari Jumat ini. Bahkan, dirinya juga kemungkinan akan menerapkan tarif untuk beberapa produk impor baru lainnya.

Representatif Perdagangan AS Robert Lighthizer pun dalam kesempatan berbeda mengatakan, China telah melanggar komitmen yang dilakukan kedua belah pihak selama proses negosiasi perdagangan berlangsung.

Walaupun demikian, dirinya optimistis dengan kemungkinan terciptanya kesepakatan antara dua negara yang telah berada dalam ketegangan perdagangan selama lebih dari satu tahun tersebut.

Sejak pernyataan Trump tersebut, pasar saham Amerika Serikat telah merosot hingga 2 persen, meskipun tidak ada pergerakan yang berarti setelah muncul respon pernyataan dari China.

Dalam keterangan tertulisnya, Kementerian Perdagangan China mengatakan meningkatnya ketegangan perdagangan bukanlah kepentingan antar warga kedua negara maupun warga dunia.

"Pihak China benar-benar menyayangkan jika tarif oleh pemerintah AS benar-benar diterapkan, China akan mengambil langkah-langkah balasan lanjutan," tulis keterangan tersebut.

Melalui akun Twitternya, Trump mengklaim mengetahui alasan mengapa China mengingkari hasil negosiasi di antara kedua pihak. Menurutnya, jika seseorang dari Demokrat terpilih pada pemilihan presiden AS 2020 mendatang, China berharap pemerintahan baru akan menerapkan peraturan yang lebih lunak dalam perdagangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X