IPC Jajaki Kerjasama Investasi dengan Guangzhou

Kompas.com - 09/05/2019, 10:18 WIB
Direktur Utama IPC, Elvyn G Masassya di Kantor Kemenhub, Kamis (12/7/2018). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama IPC, Elvyn G Masassya di Kantor Kemenhub, Kamis (12/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah menjalin kerja sama dengan pelabuhan Ningbo dua pekan lalu, PT Pelabuhan Indonesia II ( IPC) (Persero) kembali memperpanjang kerja sama dengan Pelabuhan Guangzhou, Cina.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatangan MoU yang dilakukan di sela-sela Konferensi Pelabuhan Dunia 2019.

“Lewat kerja sama ini kami berbagi pengalaman dan keahlian di bidang manajemen dan operasi kepelabuhanan. IPC juga menjajaki kerjasama investasi guna merespons meningkatnya trafik perdagangan global,” kata Direktur Utama IPC, Elvyn G. Masassya dalam siaran pers, Kamis (9/5/2019).

Mengutip laporan Badan Perdagangan, Investasi dan Pembangunan PBB, volume perdagangan global terus naik dengan pertumbuhan rata-rata 3,8 persen per tahun hingga tahun 2023.

Di tahun 2017, volume perdagangan global mencapai 10,7 miliar ton atau tumbuh 4 persen dari tahun sebelumnya. Arus petikemas global pun tumbuh 6 persen mencapai 752 juta TEUs.

Dari kenaikan itu, pertumbuhan tertinggi terjadi di Asia yang mencapai 64 persen. Menurut Elvyn, ini adalah potensi yang bagus disamping kerja sama regional dan global telah menjadi tuntutan dalam dunia pelayaran.

“Ini adalah potensi yang sangat bagus. IPC dan Pelabuhan Guangzhou sepakat berinvestasi dan bekerja sama memanfaatkan potensi tersebut,” jelas Elvyn.

Di sisi lain, IPC telah mempersiapkan tanjung priok menjadi pelabuhan hub terbesar di Asia Tenggara dan menginisiasi jaringan kepelabuhan terintegrasi.

“Kami telah mempersiapkan Tanjung Priok agar bisa menjadi pelabuhan hub terbesar di Asia Tenggara. Sebagai gerbang utama kargo internasional, Tanjung Priok akan mengkonsolidasi arus barang ekspor impor dari dan ke Indonesia," ucap Elvyn.

“IPC juga menginisiasi jaringan kepelabuhanan terintegrasi (Trilogi Maritim). Kami yakin ini menjadi solusi penurunan biaya logistik melalui 3 pilar, yakni standarisasi pelabuhan, aliansi pelayaran, dan pengembangan industri yang terkoneksi dengan pelabuhan,” jelasnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X