Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sasar Masyarakat yang "Unbanked", Bank DBS Gandeng Home Credit

Kompas.com - 10/05/2019, 14:36 WIB
Ambaranie Nadia Kemala Movanita ,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank DBS Indonesia melalui Digibank bekerja sama dengan Home Credit Indonesia untuk menyediakan pinjaman ke kalangan yang belum bisa mengakses layanan perbankan dengan skema joint financing.

Data Bank Dunia tahun 2017 menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 38 persen dari populasi Indonesia yang belum terjangkau produk perbankan.

Sementara itu hanya 17 persen penduduk dewasa Indonesia yang mendapatkan pinjaman langsung dari institusi finansial. Di sisi lain, data dari We Are Social menyatakan bahwa pada Januari 2019, pengguna smartphone telah mencapai 60 persen dari total populasi di Indonesia.

Data tersebut menunjukkan peluang bagi Home Credit dan Bank DBS untuk menyediakan alternatif pinjaman kepada populasi yang tak tersentuh produk bank.

"Melalui strategi Ecosystem, DBS membangun kerja sama dengan Home Credit Indonesia untuk menyediakan solusi keuangan bagi masyarakat yaitu menyediakan pinjaman dengan skema Joint Financing," ujar Director Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Wawan Salum dalam keterangan tertulis, Jumat (10/5/2019).

Joint Financing merupakan bentuk kerja sama antara industri perbankan dengan perusahaan multifinance.

Dalam kerja sama ini, Bank DBS dan Home Credit memberikan pembiayaan bersama atas fasilitas kredit yang disalurkan kepada pelanggan Home Credit dengan porsi pembiayaan, syarat, dan kondisi yang telah ditentukan dalam menyalurkan pembiayaan kepada end user.

Wawan mengatakan, ketika mengajukan pinjaman di Home Credit, nasabah juga dapat membuka rekening bank digibank by DBS secara bersamaan melalui program Digibank Bundling.

Prosesnya dilakukan secara bersamaan, proses aplikasi 100 persen paperless, penandatanganan kontrak secara online, serta waktu persetujuan atau penolakan hanya sekitar tiga menit saja.

Keuntungan lainnya yakni jika pengajuan pembiayaan di Home Credit disetujui, maka pelanggan akan memiliki rekening Digibank by DBS dan memperoleh cashback senilai Rp 100.000 secara otomatis.

"Dengan memiliki rekening digibank by DBS pelanggan dapat menikmati seluruh keuntungan dari rekening digibank by DBS seperti transfer gratis ke bank mana saja, tarik tunai Rp 0 di semua ATM, hingga berbagai kemudahan pembelian e-voucher, top up berbagai e-wallet dan pembayaran tagihan bulanan melalui fitur Bayar Beli digibank by DBS," kata Wawan.

CEO PT Home Credit Indonesia Jaroslav Gaisler mengatakan, kerja sama strategis ini memberikan solusi keuangan yang mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat unbanked. Hal ini sesuai dengan komitmen mereka untuk mengubah cara dunia berbelanja dan menjadikan apa yang diinginkan konsumen dalam jangkauan.

"Kami percaya, melalui kemitraan strategis dengan digibank by DBS akan semakin mempermudah akses masyarakat ke perbankan dan memberikan pengalaman belanja yang mudah dan cepat,” kata Gaisler.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Australia Kucurkan Rp 20,4 Triliun untuk Dukung Hubungan Bisnis di Asia Tenggara

Australia Kucurkan Rp 20,4 Triliun untuk Dukung Hubungan Bisnis di Asia Tenggara

Whats New
Wamen BUMN Tiko Respons Lagi Soal Isu Jadi Menkeu: Belum Ada Itu

Wamen BUMN Tiko Respons Lagi Soal Isu Jadi Menkeu: Belum Ada Itu

Whats New
Asosiasi Vape Klaim Tembakau Alternatif Alih Kebiasaan Merokok

Asosiasi Vape Klaim Tembakau Alternatif Alih Kebiasaan Merokok

Whats New
Prabowo Minta Saran untuk Pilih Dirjen Pajak, Erick Thohir Mengaku Kaget

Prabowo Minta Saran untuk Pilih Dirjen Pajak, Erick Thohir Mengaku Kaget

Whats New
Krakatau Posco Bantu Kembangkan SDM Unggul Industri Baja

Krakatau Posco Bantu Kembangkan SDM Unggul Industri Baja

Whats New
Kedapatan 'Illegal Fishing,' KKP Tangkap Kapal Asing Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Kedapatan "Illegal Fishing," KKP Tangkap Kapal Asing Berbendera Malaysia di Selat Malaka

Whats New
Terapkan Tarif Dinamis, Kereta Cepat Whoosh Layani 2 Juta Penumpang

Terapkan Tarif Dinamis, Kereta Cepat Whoosh Layani 2 Juta Penumpang

Whats New
Kemenkop UKM Gelar Inabuyer Expo Mei 2024, Targetkan Kerja Sama UMKM hingga Rp 2 Triliun

Kemenkop UKM Gelar Inabuyer Expo Mei 2024, Targetkan Kerja Sama UMKM hingga Rp 2 Triliun

Whats New
Bumi Resources dan Anak Usaha Lakukan Reklamasi Lahan Pascatambang di Kalsel dan Kaltim

Bumi Resources dan Anak Usaha Lakukan Reklamasi Lahan Pascatambang di Kalsel dan Kaltim

Whats New
Luhut: Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 Serap 1,82 Juta Tenaga Kerja

Luhut: Belanja Produk Dalam Negeri Tahun 2023 Serap 1,82 Juta Tenaga Kerja

Whats New
Pelaku Usaha: Industri Kripto RI Tidak dalam Posisi Sehat

Pelaku Usaha: Industri Kripto RI Tidak dalam Posisi Sehat

Whats New
Induk Shopee dan SeaBank Cetak Laba untuk Pertama Kali

Induk Shopee dan SeaBank Cetak Laba untuk Pertama Kali

Whats New
Klaim Asuransi Tumbuh 10,5 Persen, Allianz Life Sebut Ada Overutilisasi dari Rumah Sakit

Klaim Asuransi Tumbuh 10,5 Persen, Allianz Life Sebut Ada Overutilisasi dari Rumah Sakit

Whats New
Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, Indodax: Memicu Lahirnya 'OKB'

Harga Bitcoin Tembus Rp 1 Miliar, Indodax: Memicu Lahirnya "OKB"

Whats New
Sri Mulyani Pastikan THR PNS, TNI-Polri Cair 100 Persen

Sri Mulyani Pastikan THR PNS, TNI-Polri Cair 100 Persen

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com