Diduga Telantarkan Kargo Jenazah, Ini Penjelasan Lion Air

Kompas.com - 10/05/2019, 21:02 WIB
Pesawat Lion Air terparkir di airside Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (12/5/2016). KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERAPesawat Lion Air terparkir di airside Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (12/5/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Lion Air Grup kembali mendapatkan sorotan setelah munculnya dugaan penelantaran satu jenazah yang dibawa melalui kargo HUM (Human Remains) dari Alor ke Ambon.

Masalah muncul karena jenazah yang dibawa melalui kargo tidak sampai di Ambon bersamaan dengan tiga penumpang yang mengantarkannya.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pihaknya sudah menjalankan penanganan menurut data aktual reservasi atau pembelian tiket penumpang dan kargo yang dilaporkan.

"Bahwa sudah dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur serta prinsip penerimaan kargo HUM," kata dia dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (10/7/2019).

Baca juga: CEO Boeing Sebut Kecelakaan Ethiopian Airlines dan Lion Air Karena Pilot Tak Ikuti Prosedur

Danang menuturkan, jenazah dan 3 penumpang pengantarnya memiliki perbedaan sektor perjalan. Rute penerbangan jenazah kargo yakni Alor – Kupang – Surabaya – Ambon.

Sementara rute penerbangan 3 penumpang pengantarnya yakni rute Alor – Kupang – Surabaya – Makassar – Ambon.

Jenazah dan tiga penumpang awalnya terbang bersamaan menggunakan Wings Air bernomor IW-1942 pada Selasa (7/5/2019).

Pesawat mengudara dari Bandar Udara Mali pukul 09.55 WITA dan mendarat pukul 10.35 WITA di Bandar Udara Eltari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (KOE).

Setelah itu jenazah mendapatkan penanganan proses singgah dan ganti pesawat ke Lion Air nomor JT-693 yang berangkat pada 15.05 WITA dari Bandar Udara Eltari ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur. Pesawat mendarat pukul 16.05 WIB.

Pada 22.25 WIB, tiga penumpang dari Surabaya terbang ke Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar dengan Lion Air nomor JT-880. Pesawat tiba pada Rabu (08/ 05) pukul 00.55 WITA.

Lalu pada pukul 03.42 WITA, tiga penumpang melanjutkan penerbangan dengan tujuan Ambon bernomor penerbangan sama. Pesawat tiba di Ambon pada 06.04 WIT.

Sementara itu jenazah yang tidak memiliki rute ke Makassar masih berada di Surabaya. Waktu keberangkatan ke Ambon yakni pada Rabu (8/5/2019) pukul 07.34 WIB dengan penerbangan langsung Batik Air (kode penerbangan ID) nomor ID-6174.

Karena adanya perbedaan rute penerbangan, jenazah baru tiba di Ambon pada pukul 11.54 WIT.

"Lion Air Group saat ini masih mengumpulkan data dan informasi yang disampaikan berbagai pihak terkait guna dipelajari lebih lanjut," kata Danang.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X