Bank Indonesia Batasi Penukaran Uang Pecahan hanya Rp 3,9 Juta

Kompas.com - 11/05/2019, 03:46 WIB
Deputi Gubenur BI, Rosmaya K Hadi saat ditemui di kawasan Monas, Rabu (23/5/2018).KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Deputi Gubenur BI, Rosmaya K Hadi saat ditemui di kawasan Monas, Rabu (23/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyiapkan ribuan titik lokasi penukaran uang pecahan selama Ramadhan dan Lebaran 2019.

Khusus untuk Jakarta, BI bersama 22 perbankan akan membuka penukaran uang di Lapangan Monas sejak 13-25 Mei 2019. Jumlahnya mencapai Rp 14,8 miliar.

"Jadi maksimal sekarang itu rata-rata satu orang Rp 3,9 juta, tapi ini lebih ke arah paket (terdiri dari beberapa pecahan)," kata Deputi Gubernur BI Ros­maya Hadi dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Jumat (10/5/2019).

Ros­maya mengungkapkan, besaran jumlah penukaran uang ini lebih besar dibandingkan tahu lalu, sebesar Rp 3,7 juta. Namun, tidak ada secara khusus ada aturan mengatur berapa banyak seseorang bisa menukarkan uang.

"Sebetulnya dibatasi secara aturan enggak ada. Tapi kenapa dibatasi? kita tidak mau juga terkonsentrasi kepada orang tertentu," ungkapnya.

Dia menuturkan, selama ini ada indikasi uang pecahan kecil (UPK) yang sudah diperoleh seseorang dijual kembali. Karena itu, di beberapa daerah mereka yang menukarkan uang ditandai dengan tinta pada jari.

"Tahun lalu itu, pakai tanda. Orang sudah menukara tidak boleh balik lagi, kaya Pemilu. Seperti diketahui sering ada tu penjual uang. Penjuala sering itu mendekati mobil-mobil yans sedang antre atau dalam kemacetan," sebutnya.

"Nah, kita menghidari seperti itu (UPK dijual kembali)," sambug dia.

Dikatakannya, BI bersama perbankan yang melayani penukaran uang sudah membuat polanya dalam bentuk paket. Dalam satu terdapat beberapa uang kartal yang bisa dipilih sesuai keinginan.

Ini dilakukan supaya lebih mudah dan cepat dalam proses penukaran nantinya.

"Jadi bank itu sudah menyediakannya. Supaya cepat, jadi ada Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5000, dan, Rp 2000," rincinya.

Menghadapi Ramadhan dan Lebaran tahun ini, BI memprediksi kebutuhan uang kartal mencapai Rp 217,1 trliun. Angka ini meningkat sebesar 13,5 persen (yoy) dibanding pada periode yang sama tahun lalu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X