Hari Pertama Melantai di Bursa, Saham Uber Ditutup Anjlok

Kompas.com - 11/05/2019, 06:00 WIB
Ilustrasi UberPool UberIlustrasi UberPool

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham perusahaan aplikasi penyedia transportasi Uber ditutup anjlok 7,6 persen pada hari pertamanya melantai di bursa New York Stock Exchange (NYSE). IPO Uber merupakan yang paling dinantikan pada tahun ini.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (11/5/2019), saham Uber memulai perdagangan hari pertama pada harga 42 dollar AS per lembar saham. Uber awalnya memasang harga saham IPO mencapai 45 dollar AS per lembar saham.

Saham Uber ditutup pada posisi di bawah 42 dollar AS per lembar saham. Adapun kapitalisasi pasar Uber mencapai 69,7 miliar dollar AS.

Uber awalnya memasang target harga saham pada IPO berada pada kisaran 44 hingga 50 dollar AS per lembar saham. Dengan harga tersebut, maka Uber bisa meraup valuasi sebesar 75,46 miliar dollar AS, masih di bawah 120 miliar dollar AS yang ditargetkan.

Baca juga: Uber Bakal Melantai di Bursa, Siapa yang Bakal Tambah Kaya?

Direktur Keuangan Uber Nelson Chai mengatakan, hari pertama perdagangan saham Uber di bursa merupakan hari yang berat. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot lebih dari 300 poin setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akun Twitter-nya bahwa AS tak perlu buru-buru melakukan perundingan perdagangan dengan China.

Namun, Chai menampik performa saham Uber di hari pertamanya melantai di bursa disebabkan kondisi tersebut.

"Saya tidak berpikir bahwa kita cukup pintar untuk mencoba menilai pasar. Kami tidak mengoptimalkan untuk memperoleh harga terbaik saat pembukaan. Kami sangat menantikan bagaimana saham ini terus diperdagangkan dan itulah yang kami bangun," kata Chai.

Baca juga: Akan Melantai di Bursa AS, Uber Kemungkinan Tak Cetak Untung

Uber merupakan perusahaan aplikasi transportasi kedua yang melantai di bursa saham AS. Sebelumnya, Lyft telah mencatatkan sahamnya di bursa pada Maret 2019 lalu.

Ketika Uber melantai di bursa pada hari pertamanya, saham Lyft juga tergelincir lebih dari 7 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Hanya yang Sudah Vaksin 2 Kali Dapat Beraktivitas di Tempat Publik | Sandiaga soal Ancaman Bos MotoGP

[POPULER MONEY] Hanya yang Sudah Vaksin 2 Kali Dapat Beraktivitas di Tempat Publik | Sandiaga soal Ancaman Bos MotoGP

Whats New
Kerap Jadi Syarat Kelulusan, Apa Itu Magang?

Kerap Jadi Syarat Kelulusan, Apa Itu Magang?

Work Smart
Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

Rilis
Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

Whats New
Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

Whats New
BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

Whats New
Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

Earn Smart
Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

Whats New
Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

Whats New
Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

Rilis
Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

Whats New
Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Whats New
 Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

Spend Smart
Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

Whats New
Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.