Menhub: Soekarno-Hatta Siap Jadi Bandara Hub Internasional

Kompas.com - 13/05/2019, 06:42 WIB
Petugas memeriksa tiket pesawat penumpang di Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau Terminal khusus penerbangan maskapai berbiaya rendah usai peresmian operasionalnya di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/5/2019). Dengan hadirnya terminal khusus penerbangan berbiaya rendah tersebut diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia serta konektivitas penerbangan di seluruh Indonesia. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPetugas memeriksa tiket pesawat penumpang di Low Cost Carrier Terminal (LCCT) atau Terminal khusus penerbangan maskapai berbiaya rendah usai peresmian operasionalnya di Terminal 2 F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (1/5/2019). Dengan hadirnya terminal khusus penerbangan berbiaya rendah tersebut diharapkan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia serta konektivitas penerbangan di seluruh Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Bandara Soekarno-Hatta telah siap menjadi bandara hub internasional. Bandara tersebut telah melayani penerbangan langsung untuk tujuan internasional.

"Bandara Soekarno Hatta telah siap untuk menjadi Bandara Hub Internasional, karena kami lebih ingin mendorong maskapai dalam negeri yang membuka rute Internasional untuk menggaet turis mancanegara,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/5/2019).

Budi menyebutkan, Bandara Soekarno-Hatta terus dibangun agar kapasitasnya lebih optimal. Misalnya seperti, pembangunan landasan pacu 3 yang dibangun untuk mempercepat arus masuk dan keluar pesawat, serta menampung maskapai luar negeri, dan rencana pembangunan terminal 4.

"Selain Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Ngurah Rai Bali juga menjadi salah satu bandara yang bisa menjadi hub internasional Indonesia," kata dia.

Baca juga: Ungguli Changi dalam Hal On Time Performance, Ini Rahasia Bandara Soekarno-Hatta

Sementara maskapai nasional terus berupaya menambah rute penerbangan internasional, seperti misalnya Garuda Indonesia yang pada tahun ini akan menambah rute penerbangan internasional ke Turki, Rusia dan Korea Selatan.

Menurut Budi, strategi tersebut lebih baik untuk industri penerbangan nasional dibanding harus mengandalkan penerbangan internasional yang datang ke Indonesia dengan menjadikan bandara di negara-negara seperti Singapura, Malaysia dan Thailand menjadi tourism Hub untuk Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini jumlah turis di negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Singapura dengan Indonesia masih ada gap. Sehingga diperlukan strategi-strategi pemasaran tourism agar turis yang telah sampai ke Thailand, Malaysia dan Singapura, juga tertarik ke Indonesia.

Baca juga: Mei 2019, Terminal 2F Bandara Soetta Khusus Maskapai Penerbangan Murah

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X