Ibu-ibu, Begini Cara Hindari Investasi Bodong Berkedok Arisan Online

Kompas.com - 13/05/2019, 12:36 WIB
Para korban arisan online membuat laporan di Polresta Palembang, lantaran bandar arisan telah kabur. Setidaknya para korban mengalami kerugian hingg ratusan juta rupiah akibat kejadian tersebut, Kamis (28/3/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPara korban arisan online membuat laporan di Polresta Palembang, lantaran bandar arisan telah kabur. Setidaknya para korban mengalami kerugian hingg ratusan juta rupiah akibat kejadian tersebut, Kamis (28/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada akhir Maret 2019, di Trenggalek, Jawa Timur, gempar dengan adanya kasus penipuan investasi berkedok arisan online. Korban yang rata-rata merupakan ibu rumah tangga usia muda itu mengalami kerugian hingga Rp 700 juta.

Perencana keuangan dan investasi syariah Putri Madarina mengatakan, modus arisan online kerap terjadi karena budaya arisan sudah dikenal di kalangan ibu-ibu di Indonesia.

Selain itu, perekrutan anggotanya dilakukan secara leluasa serta sistem penyetoran dananya mudah dipahami. Korban hanya diminta menyetorkan sejumlah dana setiap bulannya, dengan dijanjikan imbal hasil yang menggiurkan dalam waktu singkat.

"Dalam kasus penipuan investasi di Trenggalek, para ibu-ibu ditawarkan imbal hasil tinggi hingga 20 persen ditambah dengan sikap agresif oknum dalam memasarkan produknya, sehingga para korban terpengaruh pada investasi bodong ini," kata Putri dalam keterangan tertulis, Senin (13/5/2019).

Baca juga: Bandar Arisan Online Kabur, Peserta Merugi hingga Ratusan Juta

Putri mengatakan, panjangnya daftar kasus investasi bodong yang menimpa perempuan merupakan risiko yang harus disikapi secara serius. Dengan banyaknya kasus seperti ini, menandakan bahwa adanya minat perempuan untuk berinvestasi. Namun, pengetahuan mereka masih terbatas mengenai skema investasi yang benar.

Oleh karena itu, kata Putri, penting bagi ibu rumah tangga untuk melek dengan konsep investasi yang tepat agar menuai manfaat finansial yang rasional. Yang pasti, jika suatu perusahan sudsh terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan, maka legalitas bisnisnya bisa dipercaya.

"Perempuan juga harus termotivasi untuk berpikir kritis dalam mengolah informasi agar mampu memvalidasi kebenaran dari tawaran investasi yang dibagikan di sosial media atau pesan WhatsApp," kata Putri.

Hal pertama yang harus dipahami yakni setiap investasi memiliki risiko dan risiko tersebut bisa dapat dipilih dan dikelola sesuai kemampuan kita.

Baca juga: Hati-hati, Penipuan Iklan Digital di Indonesia Kedua Terbesar Sedunia

Selain itu kata Putri, jangan mudah tergiur dengan keuntungan investasi yang tinggi. Para ibu harus mengetahui sistem dan perhitungan keuntungan tersebut. Biasanya, penjual investasi yang benar akan menyampaikan hal tersebut dengan jelas.

Jika dikelola melalui instrumen yang tepat, investasi dapat menghasilkan keuntungan yang dapat menunjang kesejahteraan keluarga.

Namun, jika sudah terlanjur menjadi korban investasi bodong, Putri mengingatkan agar tetap rasional menyikapi kerugian. Jika ingin lebih mantap untuk berinvestasi dengan hitung-hitungan yang pas dan tak terjebak di lubang yang sama, Anda bisa mencoba konsultasi kepada perencana keuangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X