KILAS

Ingin Hasil Maksimal, Kementan Latih Petani Gunakan Alsintan

Kompas.com - 14/05/2019, 08:55 WIB
Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alsintan kepada petani di Kerawang. Bantuan alsintan yang diberikan berupa traktor roda dua sebanyak 24 unit, cultivator 5 unit, pompa air 5 unit dan hand sprayer 10 unit. Dok. Humas Kementerian Pertanian RI Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan bantuan alsintan kepada petani di Kerawang. Bantuan alsintan yang diberikan berupa traktor roda dua sebanyak 24 unit, cultivator 5 unit, pompa air 5 unit dan hand sprayer 10 unit.

KOMPAS.com - Kementerian Pertanian ( Kementan) bekerja sama dengan Dinas Pertanian di daerah memberikan pelatihan penggunaan alat mesin pertanian ( alsintan).

Pelatihan tersebut diharapkan agar petani dapat memanfaatkan alsintan secara maksimal.

Selain itu, Kementan juga ingin alsintan dikelola menjadi unit bisnis agar menghasikan keuntungan bagi kelompok tani.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy mengatakan, penggunaan alsintan harus produktif.

"Tujuannya adalah agar biaya produksi lebih ringan, mempercepat tanam, dan meminimalisasi losses," ujarnya di Jakarta melalui rilis yang Kompas.com terima, Senin (13/5/2019).

Pelatihan kepada kelompok tani dan operator alsintan tersebut pun dikemas dalam kegiatan On The Job Training (OJT) dengan menerjunkan tim mekanisasi. Peserta OJT adalah operator alsintan, pemuda tani, dan babinsa. 

"Tujuannya supaya operator, petani, dan babinsa memiliki pengetahuan untuk mengoptimalkan, memanfaatkan, dan merawat alsintan. Terutama yang berasal dari bantuan pemerintah agar umur ekonomisnya maksimal," kata Sarwo Edhy.

Dijelaskannya, dengan memanfaatkan alsintan, Indeks Pertanaman meningkat karena sejak pengolahan hingga panen waktunya lebih singkat.

Kementan juga memastikan bahwa dengan penggunaan alsintan, kegiatan pertanian menjadi lebih mudah dan hemat biaya.

"Pelatihan atau sosialisasi soal alsintan memang penting untuk meningkatan pengetahuan petani. Petani diharapkan menjadi lebih terbiasa dengan teknologi sehingga pemanfaatan alat tersebut menjadi maksimal," lanjut Sarwo Edhy.

Bimbingan teknis

Untuk pelatihannya sendiri, saat ini para operator dan petani pengguna alsintan di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur dan Sukabumi, Jawa Barat yang mendapat giliran pelatihan serta bimbingan teknis (bimtek) tentang alsintan.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X