Kompas.com - 14/05/2019, 09:08 WIB
Hasil analisa tim investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait penetapan harga ritel kendaraan. Materi ini diungkapkan di sidang lanjutan perkara dugaan kartel Yamaha-Honda di Jakarta, Senin (9/1/2017). Febri Ardani/KompasOtomotif Hasil analisa tim investigator Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) terkait penetapan harga ritel kendaraan. Materi ini diungkapkan di sidang lanjutan perkara dugaan kartel Yamaha-Honda di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Ketiga, memasukkan pasal agar produsen yang dinyatakan bersalah (terbukti melakukan persaingan usaha tidak sehat) mengembalikan uang selisihnya kepada konsumen yang telah membeli produk tersebut.

Dan memasukkan pasal agar pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran persaingan usaha tidak sehat, diwajibkan untuk menurunkan harga jual produk yang dipersekongkolkan tersebut.

"Sebab, selama ini berbagai kasus pelanggaran persaingan usaha tidak sehat tidak mempunyai manfaat langsung bagi konsumen karena tidak ada pengembalian uang kepada konsumen dan atau tidak ada kewajiban bagi pelaku usaha untuk melakukan revisi harga, agar harganya lebih murah," kata Tulus.

Sementara pengamat otomotif Gunadi Sindhuwinata tidak mengharapkan putusan MA tersebut terjadi. Menurut dia, putusan tersebut tidak berdasar karena pelaku usaha baik Yamaha dan Honda telah menjalankan bisnisnya dengan baik.

"Harga jual kendaraan sepeda motor kita sudah bersaing. Kalau tidak bagaimana Indonesia bisa ekspor dan negara lain mau nerima?" kata Gunadi.

Gunadi menilai kompleksitas harga jual sangat banyak. Mulai dari stok produk, harga bahan baku produk, preferensi konsumen dan lainnya. Sehingga muncul harga yang paling bisa diterima oleh konsumen.

"Kita harusnya menjaga iklim usaha ini terjamin agar investor mau nyaman berbisnis," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gunadi mengkhawatirkan bila kasus ini sudah diketahui global maka ekspor Indonesia dapat terganjal. Mengingat saat ini Indonesia merupakan basis produksi sepeda motor terbesar ketiga di dunia.

"Kita harapkan pelaku industri otomotif tidak pindah investasi ke negara lain karena kasus ini," ucapnya. (Eldo Christoffel Rafael)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kasus kartel Yamaha-Honda jadi pelajaran bersama

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.