Kompas.com - 14/05/2019, 09:38 WIB
Ilustrasi asuransi THINKSTOCKS/ZIMMYTWSIlustrasi asuransi

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief of Sharia AXA Mandiri Srikandi Utami mengatakan, asuransi syariah harus menjadi bagian dari perencanaan keuangan di keluarga yang mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Hal ini karena dalam hidup, setiap orang akan menghadapi berbagai risiko yang tak dikehendaki.

"Bagaimana kalau di dalam masa perjalanan hidup kita ternyata ada risiko yang terjadi. Katakanlah penyakit kritis sehingga seseorang tidak bisa bekerja lagi. Bagaimana dengan keluarganya? Bagaimana dengan biaya pengobatannya? Kita mau mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi," kata Srikandi di Jakarta, Senin (13/5/2019).

Srikandi mengatakan, asuransi syariah berbeda dengan asuransi konvensional lainnya.

Dengan prinsip syariah, maka para peserta saling melindungi dan tolong menolong melalui investasi dalam bentuk aset yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu menggunakan prinsip syariah.

Baca juga: 6 Keuntungan yang Hanya Dimiliki oleh Asuransi Syariah

Hal tersebut seperti tercantum dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia Nomor 21/DSN-MUI/IX/2001.

Dengan demikian, perusahaan asuransi hanya bertugas mengelola dana peserta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Asuransi syariah bukan menentang takdir. Justru kami sangat percaya dengan takdir. Di asuransi syariah kita minimalkan risiko kalau ada musibah di masa depan," kata Srikandi.

Srikandi menyebutkan, setidaknya ada lima manfaat yang ditawarkan produk asuransi syariah AXA Mandiri. Pertama, saling tolong menolong sesama peserta yang didominasi umat muslim. Kemudian, menyediakan warisan dan dana masa depan sesuai perencanaan keuangan.

Lebih lanjut, salah satu manfaat utamanya yakni menumbuhkan kasih sayang karena membantu sesama. Berikutnya, peserta bisa melakukan amal jariyah ke peserta lain sehingga punya keberkahan abadi.

Nah, selain sebagai asuransi jiwa, AXA Mandiri unit Syariah mengeluarkan fitur wakaf. Dengan demikian, nasabah asuransi juga bisa sambil berwakaf lewat asuransi syariah.

Fitur wakaf sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah.

Menurut Badan Wakaf Indonesia dalam Indonesia Wakaf Summit 2019 mencatat potensi aset wakaf pertahun mencapai Rp 2.000 triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420.000 hektar. Adapun potensi wakaf berupa uang tunai mencapai kisaran Rp 188 triliun pertahun.

Setiap tahunnya AXA Mandiri unit Syariah konsisten untuk menjalankan amanah para pemegang polis asuransi syariah dengan menyerahkan sebagian surplus underwriting kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Dengan produk ini, nasabah bisa mendapat perlindungan asuransi sekaligus berwakaf sebesar maksimal 45 persen dari santunan asuransi serta 30 persen dari jumlah manfaat investasi nasabah yang dapat diwakafkan. Selain dapat berwakaf, orang yang berwakaf (Wakif) juga tetap dapat menerima santunan asuransi.

Adapun perbedaan antara berwakaf langsung ke lembaga wakaf dengan berwakaf melalui produk asuransi jiwa syariah yaitu jumlah dana yang disetorkan. Misalnya, jika ingin berwakaf Rp 1 miloar ke lembaga wakaf, maka wakif harus menyediakan dana Rp 1 miliar. Sementara jika mrlalui asuransi syariah, wakif tak perlu menyediakan uang sebanyak itu. Cukup membeli polis asuransi syariah dengan kontribusi yang lebih kecil, tapi tetap memiliki manfaat asuransi yang sebagian dapat diwakafkan sesuai niatnya.

Srikandi mengatakan, ke depannya AXA Mandiri akan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya asuransi syariah.

"Harapan kami, dengan semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi maka akan lebih banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi dan juga berkesempatan berbagi untuk menjadi berkah baik bagi diri sendiri maupun keluarga," kata Srikandi.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.