Kembangkan Pembayaran Halal, LinkAja Syariah Segera Meluncur

Kompas.com - 14/05/2019, 16:45 WIB
Ilustrasi LinkAja LinkAjaIlustrasi LinkAja

JAKARTA, KOMPAS.com - Komite Nasional Keuangan Syariah ( KNKS) mendorong bank-bank BUMN syariah untuk membangun sistem pembayarah berbasis syariah.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar mengatakan bank syariah milik BUMN, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, serta BTN-UU Syariah telah melakukan kerja sama dengan PT Fintek Karya Nusantara selaku pemilik produk aplikasi pembayaran LinkAja.

Kedua belah pihak telah menandatangani nota kesepahaman “Pengembangan Sistem Pembayaran Digital yang Dikelola secara Syariah” untuk mengembangkan LinkAja Syariah.

"Nantinya, LinkAja Syariah bisa menjadi platform pembayaran digital syariah dan uang elektronik yang dikelola secara syariah dan terhubung dengan e-commerce, produk keuangan syariah, pariwisata halal serta juga melayani transaksi dana sosial keagamaan, seperti infak, zakat dan wakaf dengan masjid-masjid dan lembaga zakat di seluruh Indonesia," ujar Afdhal di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: LinkAja Diluncurkan Setelah Lebaran

KNKS pun menggandeng pemain pasar dengan berbagai lembaga yang mendukung pengembangan ekonomi syariah Indonesia. Salah satunya adalah agenda nota kesepahaman dengan Bukalapak dan Tokopedia.

KNKS bersama BukaLapak dan Tokopedia berencana untuk mewujudkan konsep marketplace yang dapat mengakomodasi pasar halal Indonesia. Pengguna dapat lebih mudah mencari dan mengidentifikasi produk-produk dengan nomor sertifikasi halal.

Tidak hanya itu, nantinya pengguna juga dapat lebih mudah untuk melakukan investasi pada instrumen syariah seperti reksadana syariah melalui platform e-commerce.

Baca juga: Tak Cuma Sistem Pembayaran, LinkAja Juga Disiapkan Jadi Fintech Lending

“KNKS ingin bersama-sama membangun ekosistem e-commerce yang mendukung penjualan produk-produk halal melalui platform digital marketplace. Hal ini dimulai dengan mengajak marketplace yang sudah ada saat ini, yaitu Bukalapak dan Tokopedia untuk menghadirkan produk-produk halal dan produk keuangan syariah di masing-masing e-commerce," ujar Afdhal.

"Diharapkan ke depannya akan lebih banyak lagi pemain e-commerce yang turut bergabung dalam ekosistem ini,” lanjut dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X