OJK Yakin Reksa Dana Syariah Akan Tumbuh Subur Karena 3 Faktor ini

Kompas.com - 15/05/2019, 08:58 WIB
Seminar Sharia Investment Education and Investor Gathering di Jakarta, Selasa (14/5/2019) KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYASeminar Sharia Investment Education and Investor Gathering di Jakarta, Selasa (14/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski sempat mengalami penurunan signifikan di bulan April, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap reksa dana syariah akan terus tumbuh di tahun-tahun berikutnya karena beberapa faktor.

"Kalau mau ditarik rata-rata pertumbuhan reksa dana syariah, di 5 tahun terakhir sekitar 15 sampai 20 persen. Kita enggak tahu tahun depan bisa tetap segitu atau justru semakin tinggi," ucap Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK Muhammad Touriq di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

"Kenapa saya bilang bisa lebih tinggi? Karena ada beberapa faktor yang membuat OJK optimis di tahun-tahun depan," lanjut Touriq.

Faktor pertama, tahun ini hingga 3 tahun seterusnya Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mulai terjun ke pasar modal. Ini merupakan faktor besar dalam pertumbuhan reksa dana syariah mengingat BPKH tidak terjun ke pasar modal di tahun-tahun sebelumnya.

"BPKH porsi investasinya menjadi besar dan mau tidak mau mereka harus mencari instrumen. Instrumen yang menurut saya cukup efisien adalah reksa dana syariah, karena ada tax benefit di situ. Kalau BPKH langsung beli obligasi atau sukuk, mereka akan kena pajaknya tinggi," jelas Touriq.

Faktor lainnya, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) juga sudah mulai efektif beroperasi dalam menciptakan ekonomi syariah di Indonesia.

"KNKS juga sudah mencoba mengidentifikasi institusi non-investor yang besar, seperti BPJS tenaga kerja. Potensi-potensi itu bisa mendorong reksa dana syariah akan lebih bagus pertumbuhannya," tutur Touriq.

Di sisi lain, agen penjual instrumen investasi sudah merambah ke penjualan ritel online seperti e-commerce. Jika Anda melihat, telah banyak instrumen investasi yang ditawarkan di e-wallet dan beberapa e-commerce mulai dari reksa dana syariah, reksa dana konvensional, dan saham.

Kendati optimis terhadap pertumbuhan reksa dana syariah, OJK enggan menyebut targetnya. Apalagi, pertumbuhan reksa dana syariah terus fluktuatif mulai dari 34 persen 3 tahun lalu hingga 30 persen di tahun berikutnya.

Menurutnya Touriq, OJK lebih mementingkan untuk membuat regulasi agar bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.

"Yang penting kita bikin regulasi yang bisa dimanfaatkan oleh teman-teman investor maupun agen penjual," pungkas Touriq.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X