KILAS

Kementan Minta Daerah Jaga Baik Bantuan Alsintan

Kompas.com - 17/05/2019, 09:32 WIB


Operator memeriksa kondisi ekskavator yang akan digunakan untuk mengeruk Waduk Cimanggis di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (18/10). Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, pengerukan Waduk Cimanggis adalah solusi untuk antisipasi luapan Kali Cipinang yang sebagian besar bantarannya sudah penuh rumah. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Operator memeriksa kondisi ekskavator yang akan digunakan untuk mengeruk Waduk Cimanggis di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (18/10). Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, pengerukan Waduk Cimanggis adalah solusi untuk antisipasi luapan Kali Cipinang yang sebagian besar bantarannya sudah penuh rumah.

KOMPAS.com - Empat alat simulator ekskavator yang merupakan alat mesin pertanian ( alsintan) program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) hilang dicuri.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimanan Selatan (Kalsel).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian ( Kementan) Sarwo Edhy mengungkapkan, alat simulator yang dicuri dari ekskavator tersebut harganya sekitar Rp 220 juta per unit. Jika 4 unit yang hilang, maka kerugian negara mencapai Rp 880 juta.

“Hampir Rp 1 miliar. Pencurinya paham betul kalau alat itu harganya mahal," ungkap Sarwo di Bandar Lampung, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Sarwo menambahkan, akibat kejadian tersebut program Serasi menjadi terhambat.

"Sementara yang paling rugi justru daerah itu sendiri karena ekskavator mangkrak dan program tidak berjalan,” tambahnya.

Terkait peristiwa tersebut, Kementan meminta pemeritah daerah (Pemda) serius menjaga alsintan bantuan dari pemerintah pusat. Khususnya ekskavator yang diperuntukkan mempercepat pengerjaan fisik program Serasi.

Untuk menghindari aksi pencurian kembali, Sarwo Edhy meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung bertanggung jawab menjaga ekskavator yang dimiliki.

“Khusus ekskavator kami memang meminta dinas provinsi yang mengelolanya, agar bisa digunakan di berbagai kabupaten. Sebab itu kami minta Dinas Provinsi serius menjaganya. Bila perlu bayar orang penjaga,” tegasnya.

Salurkan 69 ekskavator

Demi optimalisasi lahan rawa lebak dan pasang surut agar bisa menjadi lahan sawah produktif, pemerintah telah menggelontorkan dana untuk bantuan pengadaan alsintan, khususnya ekskavator ini.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan, Kementan telah menyalurkan bantuan ekskavator sebanyak 69 unit.

Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X