KILAS

Kementan Minta Daerah Jaga Baik Bantuan Alsintan

Kompas.com - 17/05/2019, 09:32 WIB


Operator memeriksa kondisi ekskavator yang akan digunakan untuk mengeruk Waduk Cimanggis di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (18/10). Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, pengerukan Waduk Cimanggis adalah solusi untuk antisipasi luapan Kali Cipinang yang sebagian besar bantarannya sudah penuh rumah. KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Operator memeriksa kondisi ekskavator yang akan digunakan untuk mengeruk Waduk Cimanggis di Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (18/10). Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, pengerukan Waduk Cimanggis adalah solusi untuk antisipasi luapan Kali Cipinang yang sebagian besar bantarannya sudah penuh rumah.

Direktur Alsintan Ditjen PSP Kementan Andi Nur Alam Syah mengatakan, Kementan telah menyalurkan bantuan ekskavator sebanyak 69 unit.

Berdasarkan pantauan, bantuan tersebut bekerja optimal untuk pengerukan saluran irigasi yang mengalami pendangkalan, pembuatan jalan usaha tani dan optimasi lahan rawa lebak dan lahan rawa pasang surut.

“Pemantauan ini sesuai arahan menteri. Alsintan dan ekskavator harus bekerja optimal sehingga lahan rawa menjadi lahan sawah produktif,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjutnya, produksi pangan khususnya beras dan kesejahteraan petani meningkat. Bahkan, dari lahan rawa Indonesia bisa mencukupi pangan dunia.

Dia menyebutkan, pemberian bantuan alsintan seperti ekskavator dan traktor adalah untuk mendukung pembangunan pertanian, khususnya indeks mekanisasi dalam mempercepat pengolahan lahan, penanaman dan panen.

“Jadi, hasilnya (pemberian alsintan kepada petani) sudah ada. Manfaatnya sudah dirasakan petani,” terangnya.

Pejabat setempat akhirnya mengakui

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel Syamsir Rahman mengakui, memang telah terjadi pencurian alat simulator pada ekskavator di Jejangkit Muara.

“Alat itu selama ini tidak dijaga. Jadi, maling dengan leluasa bisa mengambilnya. Tapi kini alat tersebut sudah dijaga,” akunya.

Jika ekskavator mangkrak atau tidak bisa dioperasikan, maka kegiatan fisik optimasi lahan rawa terganggu. Sehingga target yang dipatok pun tidak dapat dicapai tepat waktu.

Syamsir menyebutkan, target Kalsel sekitar 257.300 ha. Dari jumlah itu, yang sudah ada calon lahan (CL) seluas 160.481 ha.

Sementara itu, yang sudah melewati Survei Investigasi Desain (SID) seluas 35.282 ha dan yang sudah selesai pengerjaan fisik seluas 8.641 ha.

“Kami terus menggenjot capaian luas areal. Dengan adanya pendamping dari pihak TNI, kami harapkan petani lebih semangat lagi,” ujarnya.

Program optimalisasi ini adalah sebagai bentuk motivasi yang diberikan negara kepada petani. Ke depannya, lahan rawa yang berhasil dioptimalisasi oleh Kementan akan diserahkan kepada masyarakat secara cuma-cuma alias gratis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X