Hindari Uang Palsu, BI Imbau Masyarakat Tukar Uang di Outlet Resmi

Kompas.com - 17/05/2019, 15:37 WIB
Warga menukarkan uang di mobil kas keliling bank di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Bank Indonesia dan bank umum menyelenggarakan penukaran uang baru dengan maksimal penukaran Rp3,9 juta per orang perhari mulai 13 Mei hingga 1 Juni 2019 guna membantu masyarakat mendapatkan uang pecahan selama Ramadhan dan kebutuhan Lebaran. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga menukarkan uang di mobil kas keliling bank di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019). Bank Indonesia dan bank umum menyelenggarakan penukaran uang baru dengan maksimal penukaran Rp3,9 juta per orang perhari mulai 13 Mei hingga 1 Juni 2019 guna membantu masyarakat mendapatkan uang pecahan selama Ramadhan dan kebutuhan Lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Semakin mendekati hari Lebaran, penyedia jasa uang baru semakin marak di pinggir-pinggir jalan. Bank Indonesia pun mengimbau agar masyarakat tidak menukarkan uang baru di outlet-outlet tak resmi tersebut.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi mengatakan, dengan menukarkan uang di outlet-outlet tak resmi, ada risiko kebobolan mendapat uang palsu.

"Supaya masyarakat menukar di tempat penukaran resmi. Jangan di pinggir jalan, penjual uang," ujar Rosmaya di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Baca juga: Tips Terhindar dari Uang Palsu Jelang Lebaran

Untuk mengantisipasi hal tersebut BI pun menambah titik-titik lokasi penukaran uang baru dari tahun lalu sebanyak 1776 titik menjadi 2.941 titik yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Titik penukaran uang kami perbanyak. Kami ingin menghapuskan kegiatan-kegiatan orang tidak bertanggung jawab dengan adanya buang palsu," ujar dia.

Selain itu, Rosmaya juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dengan memerhatikan ciri-ciri keaslian rupiah, juga menjaga agar uang rupiah selalu dalam keadaan yang baik.

"Selain ada 3D (dilihat, diraba, diterawang) kita juga ada 5J untuk merawat rupiah, yaitu jangan dicoret, jangan disteples, jangan dilipat, dan jangan dibahasin," demikian Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X