Inalum Jajaki Kerja Sama dengan Produsen Material Baterai Terbesar Dunia

Kompas.com - 17/05/2019, 18:31 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mencapai babak baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus yang pengerjaannya dilaksanakan selama 15 bulan, dengan panjang 608 meter menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAMenteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan Tunnel Walini yang berhasil ditembus saat pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (14/5/2019). Pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) mencapai babak baru setelah Tunnel Walini di Jawa Barat berhasil ditembus yang pengerjaannya dilaksanakan selama 15 bulan, dengan panjang 608 meter menjadi tunnel pertama dari 13 tunnel KCJB lainnya yang berhasil ditembus.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Inalum (Persero) melakukan penjajakan untuk bisa bekerjasama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Company Ltd, produsen material baterai mobil listrik terbesar di dunia.

Hal itu terungkap dalam kunjungan kerja Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama sejumlah direktur utama BUMN ke Quzhou, China pada 17 Mei 2019.

Menurut Rini, penjajakan kerja sama ini perlu dilakukan agar Holding Industri Pertambangan bisa memiliki mitra strategis dalam bidang teknologi dan pengembangan demi mempercepat realisasi hilirisasi tambang di Indonesia.

"Sektor tambang Indonesia memiliki potensi yang besar. Dengan menggandeng mitra strategis ini, Holding Industri Pertambangan Inalum bisa memiliki akses ke teknologi yang dibutuhkan untuk hilirisasi," ujar Rini dalam siaran pers, Jumat (17/5/2019).

Baca juga: Memprediksi Keuntungan Inalum Usai Mencaplok Freeport

"Sehingga kedepannya industri pengolahan tambang domestik bisa berkembang dan memberikan lebih banyak nilai tambah, dan nilai ekspor produk tambang Indonesia bisa melesat," sambung dia.

Sementara itu Direktur Utama PT Inalum (Persero) Budi G. Sadikin mengatakan, penjajakan kerja sama dilakukan karena Huayou berpengalaman di industri tambang khususnya mineral cobalt, nikel dan lithium terintegrasi.

Perusahaan itu juga sukses menjalankan hilirisasi tambang di China.

Lewat kerjasama dengan Huayou, Holding Industri Pertambangan melalui Inalum dan ANTAM berencana membangun pabrik berteknologi High Pressure Acid Leaching  (HPAL) dan Rotary Kiln-Electric Furnace ( RKEF).

Menurut Budi, kedua pabrik ini bisa mendorong hilirisasi nikel menjadi bahan baku baterai litium.

Adapun sejak pertengahan tahun lalu, Huayou berencana untuk membangun smelter nikel di Indonesia untuk memenuhi permintaan akan komoditas tersebut di industri baterai. 

Perusahaan tersebut akan menginvestasikan 1,83 miliar dollar AS di Indonesia dan saat ini sedang mencari rekan lokal. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Dukung Investigasi Kepolisian Terkait Kebakaran Kilang Balongan

Pertamina Dukung Investigasi Kepolisian Terkait Kebakaran Kilang Balongan

Whats New
Program Ekspor Shopee Mudahkan UMKM Solo Jualan Produk ke Luar Negeri

Program Ekspor Shopee Mudahkan UMKM Solo Jualan Produk ke Luar Negeri

Work Smart
Astra International Suntik Dana Rp 580 Miliar ke Sayurbox dan Halodoc

Astra International Suntik Dana Rp 580 Miliar ke Sayurbox dan Halodoc

Rilis
TaniHub Ekspor Produk Pertanian ke UEA, Pemerintah Lihat Peluang Besar

TaniHub Ekspor Produk Pertanian ke UEA, Pemerintah Lihat Peluang Besar

Whats New
Update 16 Bandara yang Sudah Buka Layanan Tes GeNose C19

Update 16 Bandara yang Sudah Buka Layanan Tes GeNose C19

Whats New
Bogasari Fasilitasi UKM Urus Izin Usaha SPP-IRT, Begini Cara dan Manfaatnya

Bogasari Fasilitasi UKM Urus Izin Usaha SPP-IRT, Begini Cara dan Manfaatnya

Rilis
BUMN Ini Ekspor 176 Ton Teh ke AS untuk Pasokan Starbucks

BUMN Ini Ekspor 176 Ton Teh ke AS untuk Pasokan Starbucks

Whats New
Kuartal Pertama 2021, Pendapatan Astra Internasional Turun 4 Persen

Kuartal Pertama 2021, Pendapatan Astra Internasional Turun 4 Persen

Whats New
Kini AirAsia Rambah Bisnis Produk Kecantikan

Kini AirAsia Rambah Bisnis Produk Kecantikan

Whats New
Sri Mulyani: Tidak Mungkin Jadi Negara Maju, Kalau Perempuannya Tidak Dididik

Sri Mulyani: Tidak Mungkin Jadi Negara Maju, Kalau Perempuannya Tidak Dididik

Whats New
[TREN ENTREPRENEUR KOMPASIANA] Soft Skill untuk Milenial | 'Winning Attitude' bagi Sales | Sisi Lain Jualan Durian

[TREN ENTREPRENEUR KOMPASIANA] Soft Skill untuk Milenial | "Winning Attitude" bagi Sales | Sisi Lain Jualan Durian

Rilis
Nasabah Komplain soal Unit Link, Ini Respons Bos Prudential

Nasabah Komplain soal Unit Link, Ini Respons Bos Prudential

Whats New
OJK Diminta untuk Izinkan Fintech Beri Pembiayaan di Atas Rp 2 Miliar

OJK Diminta untuk Izinkan Fintech Beri Pembiayaan di Atas Rp 2 Miliar

Whats New
Jokowi: Saya Sangat Senang Harga Gabah Sudah Bagus

Jokowi: Saya Sangat Senang Harga Gabah Sudah Bagus

Whats New
Kala Dua Srikandi Ajukan Diri Terlibat Bangun Tower Listrik Darurat di NTT...

Kala Dua Srikandi Ajukan Diri Terlibat Bangun Tower Listrik Darurat di NTT...

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X