IHSG Terpuruk, Ini Masukan Bagi Para Investor Reksa Dana

Kompas.com - 17/05/2019, 21:39 WIB
Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSuasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) terpuruk dalam selama sepekan lalu, menghapus pencapaian yang telah dicatatkan sejal awal tahun ini.

Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), kapitalisasi pasar BEI turun 1,72 persen menjadi Rp 7.064 triliun per 10 Mei 2019, seiring dengan koreksi IHSG sebesar 1,74 persen menjadi 6.209 dari 6.319 pada akhir pekan lalu. Bahkan, dalam satu bulan terakhir terjadi penurunan sebanyak 5.2 persen.

Menurut CEO Jagartha Advisors FX Iwan, penurunan di akhir pekan lalu ini disebabkan oleh faktor eksternal yaitu meningkatnya kekhawatiran investor global terhadap perkembangan perang dagang China-Amerika dan juga meningkatnya tensi politik dalam negeri.

"Bagi investor reksa dana, situasi ini bisa menjadi kesempatan yang baik untuk kembali memeriksa kembali portfolionya untuk menentukan aset alokasi dan fund strategy yang tepat dalam pemilihan produk-produk reksadana yang sesuai dengan karakteristik dan tujuan investasi investor," kata Iwan dalam keterangannya, Jumat (17/5/2019.

Baca juga: IHSG Anjlok Akibat Perang Dagang, Sektor Ini Masih Jadi Unggulan

Jagartha Advisors merekomendasikan kelas aset dan memilih reksa dana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi melalui rangkaian seleksi pada daftar reksa dana yang ditawarkan melalui Bareksa Prioritas.

“Misalnya saja, dari total 28 reksa dana saham yang direkomendasikan Bareksa Prioritas kepada investor, advisor akan melakukan review dan seleksi terhadap fund yang mempunyai portfolio yang diharapkan dapat menghasilkan kinerja lebih baik dibandingkan dengan indeks acuan IHSG,” tutur dia.

Mengenai pelemahan IHSG pertengahan kuartal kedua tahun ini, analisis Jagartha Advisors menyebutkan bahwa momentum ini pada dasarnya bisa disikapi investor sesuai dengan profil risikonya.

Baca juga: Lakukan Strategi Investasi Ini di Tengah Gejolak Global

Iwan menyatakan, target kinerja indeks sampai dengan akhir tahun masih atraktif, sehingga penurunan pasar saat ini bisa dijadikan momen baik untuk melakukan pembelian secara bertahap.

"Bagi yang profil risikonya tinggi, momen ini justru perlu dimanfaatkan oleh investor untuk menambah kepemilikan reksa dana (dollar cost averaging). Namun, untuk investor yang konservatif dan cenderung menghindari risiko, opsi yang bisa dilakukan saat ini adalah melakukan penyesuaian portfolio dengan memberikan bobot yang lebih besar pada reksa dana pasar uang, dengan pilihan fund yang memiliki kinerja diatas 6 persen untuk periode satu tahun terakhir," jelasnya.

"Para advisor Bareksa Prioritas akan siaga untuk memetakan strategi terbaik untuk kalkulasi return yang optimal, namun pada akhirnya, semua keputusan kembali diserahkan ke tangan investor,” pungkas Iwan.

Bareksa Prioritas merupakan perusahaan wealth management yang diinisiasi Bareksa.com, yang merupakan marketplace reksa dana, dengan perusahaan penasihat investasi independen Jagartha Advisors.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X