Tarif Batas Atas Turun, Ini Pantauan Kemenhub di Bandara Soekarno-Hatta

Kompas.com - 20/05/2019, 08:08 WIB
Ilustrasi: Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/9/2017). KOMPAS.com/ERLANGGA DJUMENAIlustrasi: Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (28/9/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan tarif tiket pesawat setelah mengeluarkan peraturan baru terkait penurunan tarif batas atas (TBA). Pemantauan itu dilakukan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan operator penerbangan mematuhi aturan Keputusan Menteri (KM) 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Dalam Negeri.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan tersebut, tak ada maskapai yang melanggar aturan.

"Pantauan hari kedua terkait tarif di Bandar Udara Soekarno Hatta, tidak terdapat pelanggaran saat kami lakukan pengecekan dan kami tidak akan segan - segan memberikan sanksi apabila ditemukan operator penerbangan yang menjual tarif tiket penumpang melampaui TBA," ujar Polana dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Benarkah Harga Tiket Pesawat Sudah Turun?

Berdasarkan hasil pemantauan itu, Garuda Indonesia yang merupakan maskapai full service menerapkan 100 persen dari TBA yang ditentukan dalam peraturan.

Di rute Jakarta – Banda Aceh, Garuda mematok harga 100 persen dari TBA yang berlaku, yakni Rp 2.228.000. Sedangkan di rute Jakarta – Padang, Garuda pun mematok harga 100 persen dari TBA yang berlaku, yakni Rp 1.476.000.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, Batik Air yang juga maskapai full service, mematok harga tiket beragam, mulai dari 100 hingga 87,81 peren dari TBA yang ditentukan dalam peraturan. Misalnya, untuk rute Jakarta-Padang Batik Air menjual tiket dengan harga 100 persen dari TBA, yakni Rp 1.476 000.

Kemudian rute Jakarta-Denpasar, Batik Air mematok harga tiket 91,13 persen dari TBA, yakni Rp 1.304.000. Di rute tersebut TBA-nya sebesar Rp 1.431.000.

Sedangkan Sriwijaya Air yang merupakan maskapai medium service, penerapan harga tiketnya dimulai dari 99,92 persen hingga 100 persen dari TBA. Contohnya, untuk rute Jakarta-Palembang, Sriwijaya Air menjual tiketnya seharga Rp 759.600. Harga tersebut merupakan 99,92 persen dari TBA yang telah ditentukan, yakni Rp 759.600.

Adapun Lion Air yang merupakan maskapai LCC penerapan harga tiketnya dimulai dari 70,44 persen hingga 99,94 persen dari TBA. Misalnya, rute Jakarta – Malang, Lion Air menjual harga tiketnya Rp 715.000. Harga tersebut merupakan 70,44 persen dari harga TBA yang telah ditentukan, yaitu Rp 1.015.000.

Untuk rute Jakarta-Kendari, Lion Air mematok harga Rp 1.814.000. Angka tersebut merupakan 99,94 persen dari TBA yang berlaku, yakni Rp 1.815.000.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Wamen BUMN Beberkan 2 Kendala Pembentukan Holding Ultra Mikro

Whats New
Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Kerap Ditanya Warga Untuk Apa Bayar Pajak, Ini Jawaban Sri Mulyani

Whats New
PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

PLN Cari Mitra Usaha Buat Bangun 101 SPKLU, Minat?

Smartpreneur
Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Pencairan PMN Rp 20 Triliun untuk IFG Masuk Tahap Finalisasi

Whats New
Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Komunitas Warteg: Pemerintah Perlu Menyubsidi Biaya Pendirian Koperasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Sri Mulyani Soroti Provinsi Banten gara-gara Belanja Bansos Rendah

Whats New
Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Sri Mulyani Sayangkan Dana Pemda untuk Bansos Menumpuk di Bank

Whats New
Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Bank Jago Punya Layanan Keuangan Syariah, Bisa Diakses secara Digital

Whats New
Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Sri Mulyani Minta Pemda Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Whats New
Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Hari Maritim Nasional, Menhub: Potensi Bahari Harus Dimanfaatkan untuk Ekonomi Bangsa

Whats New
Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Dukung UMKM Go Digital, OttoPay Maksimalkan Sistem Pencatatan Transaksi dan Stok Barang

Rilis
IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

IndiHome Gangguan, Telkom Janjikan Beri Kompensasi ke Pelanggan

Whats New
Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Bangun Kabel Listrik Bawah Laut, Sun Cable Suntik Dana Investasi ke RI Rp 36,6 Triliun

Whats New
IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

IHSG Ditutup Naik 0,56 Persen, Asing Borong BBRI, BBCA, dan BUKA

Whats New
Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Mulai Besok, Tarif Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 45.000

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.