Netizen Minta Harga Tiket Pesawat Kembali Murah, Ini Kata Menhub

Kompas.com - 20/05/2019, 17:40 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (10/5/2019). Budi mengatakan, tol Palembang-Lampung akan digunakan pada arus mudik lebaran nanti. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (10/5/2019). Budi mengatakan, tol Palembang-Lampung akan digunakan pada arus mudik lebaran nanti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta para netizen untuk turut mengerti kondisi maskapai nasional yang merugi beberapa tahun ini.

Hal itu disampaikan oleh Budi saat menanggapi keinginan netizen agar harga tiket pesawat bisa kembali murah sehingga tidak memberatkan masyarakat.

"Netizen saya sangat hargai, saya juga berusaha untuk memeberikan suatu tarif yang terjangkau agar tourism kita bagus," ujarnya dalam acara dialog Forum Merdeka Barat 9, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Baca juga: Kehadiran Jalan Tol Pengaruhi Jumlah Permintaan Tiket Pesawat

"Tetapi kita juga harus sadar diri bahwa maskapai kita juga harus eksis, harus bisa stabil melayani masyarakat," sambung dia.

Kemenhub ucap dia, sudah berupaya untuk menurunkan harga tiket pesawat dengan kewenangan yang dimiliki yakni menurunkan tarif batas atas tiket pesawat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu kata dia, Kemenhub juga terus berkoordinasi dengan kementerian lain untuk membantu agar tiket pesawat bisa turun. Misalnya dengan Kementerian ESDM terkait penurunan harga avtur.

Baca juga: Benarkah Harga Tiket Pesawat Sudah Turun?

Begitu juga dengan Kementerian Keuangan agar pajak pertambahan nilai (PPN) avtur bisa dikurangi sehingga beban maskapai bisa berkurang.

Selain itu Kemenhub ujarnya, juga sudah meminta pihak bandara agar memberikan tarif yang nyaman bagi maskapai..

"Jadi kalau soal tarif kami sudah mengupayakan pengurangan tarif dengan menetapkan batas atas, selanjutnya itu mekanisme pasar yang terjadi. Di dunia tidak ada satupun negara yang menetapkan tarif atas dan tarif bawah," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Mau Jadi Pemenang Lelang di Lelang.go.id? Ini Tips Kemenkeu

Spend Smart
Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Minat Work From Bali? Ini 4 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Whats New
Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Buktikan Kepedulian akan Pasien Covid-19, “Pengusaha Peduli NKRI” Gelar Donor Plasma Konvalesen

Rilis
Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Pelindo II Tindak Tegas 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok

Whats New
Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Masih Terbebani The Fed, Harga Bitcoin Lanjutkan Penurunan

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] Tabel Periodik dengan Jembatan Keledai | Vibranium pada Tabel Periodik

Rilis
Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Cerita Kara Nugroho, Bangun Bisnis PVRA hingga Ikut London Fashion Scout

Smartpreneur
Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Mengenal Perbedaan dari Pasar Monopoli dengan Oligopoli

Whats New
Potensi Nikel Besar, Luhut Sebut RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

Potensi Nikel Besar, Luhut Sebut RI Punya Posisi Tawar yang Kuat

Rilis
Mengapa Garuda Indonesia Harus Diselamatkan?

Mengapa Garuda Indonesia Harus Diselamatkan?

Whats New
Jakpreneur Fest 2021, Ini Promo yang Ditawarkan

Jakpreneur Fest 2021, Ini Promo yang Ditawarkan

Spend Smart
Hary Tanoe Targetkan Bisa Raih 10 Juta Nasabah MotionBanking Lewat Perhelatan Euro 2020

Hary Tanoe Targetkan Bisa Raih 10 Juta Nasabah MotionBanking Lewat Perhelatan Euro 2020

Whats New
Sambut HUT Ke-494 DKI Jakarta, Traveloka Tawarkan Diskon hingga 75 Persen

Sambut HUT Ke-494 DKI Jakarta, Traveloka Tawarkan Diskon hingga 75 Persen

Rilis
Bursa Hentikan Sementara Perdagangan Saham Garuda Indonesia

Bursa Hentikan Sementara Perdagangan Saham Garuda Indonesia

Whats New
Pensiun Dini lalu Dikontrak Kerja lagi di Perusahaan yang Sama, Bagaimana Perhitungan dan Lapor SPT Pajaknya?

Pensiun Dini lalu Dikontrak Kerja lagi di Perusahaan yang Sama, Bagaimana Perhitungan dan Lapor SPT Pajaknya?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X