Hati-hati Pengeluaran Impulsif di Bulan Puasa dan Lebaran

Kompas.com - 20/05/2019, 18:40 WIB
Ilustrasi Lebaran. ThinkStockIlustrasi Lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan Ramadhan yang istimewa turut memengaruhi pola pengeluaran masyarakat. Oleh sebab itu, mengelola keuangan di bulan Ramadan sangat berbeda dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Perencana Keuangan Budi Rahardjo, mengakui kegiatan puasa memang membuat pengeluaran kita sehari-hari menurun. Hal ini karena di saat puasa, uang sarapan, uang makan siang, uang rokok bagi yang merokok, dan uang lainnya tidak terpakai.

Namun, kata Budi, meskipun pengeluaran sehari-hari mengalami penurunan saat bulan Ramadhan, ternyata pada umumnya pengeluaran total mengalami kenaikan, lantaran Ramadhan diikuti dengan Lebaran.

Baca juga: Tips Hemat Belanja Lebaran Pakai Kartu Kredit

"Perayaan ini biasanya diikuti dengan berbagai tradisi, mulai dari mempersiapkan pakaian baru, makan dan kumpul bersama keluarga, membayar zakat, persiapan mudik dan rekreasi, membayar THR untuk asisten rumah tangga dan berbagai keperluan lain. Sehingga bukan tidak mungkin, akhirnya pada bulan tersebut nilai pengeluaran lebih besar daripada bulan-bulan biasa," ujar Budi dalam pernyataannya, Senin (20/5/2019). 

Oleh karena itu, kelebihan uang atau pengeluaran harian di saat Ramadhan akan lebih bijak bila digunakan untuk persiapan Idul Fitri. Tentunya agar akhirnya pengeluaran tidak berlebihan, perlu melakukan kalkulasi pengeluaran secara rinci.

"Agar keuangan tetap sehat, pengelolaan keuangan di bulan Ramadhan wajib dilakukan. Jangan sampai ibadah di bulan Ramadhan kali ini terganggu dengan banyaknya kendala finansial," terang Budi.

Baca juga: Ikuti Langkah Ini Agar Belanja Kebutuhan Lebaran Tak Terganggu

"Hati-hati terhadap belanja impulsif yang mengakibatkan kehilangan kendali atas sisa uang THR dengan cara menyimpannya dalam rekening terpisah dari rekening untuk pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Antisipasi juga pengeluaran besar tahunan lain yang ternyata jatuh di bulan yang sama seperti misalnya membayar pajak kendaraan atau membayar premi asuransi," imbuhnya.

Sisa uang harian yang tidak terpakai dan uang THR yang diterima dapat dimanfaatkan untuk keperluan lainnya, seperti mengurangi utang, mempersiapkan dana untuk kurban, dan menambah investasi.

Soal investasi, Budi menyarankan, ada baiknya pilih investasi yang sesuai dengan kebutuhan profil dan tujuan keuangan yang ingin diraih.

"Pastikan instrumen investasi yang dipilih sesuai juga dengan karakter dari investor," ungkap Budi.

Baca juga: Simak Tips Siapkan Angpao Lebaran agar Tak Ganggu Keuangan Anda

Terkait investasi, PRUlink generasi baru dan PRUlink syariah generasi baru dari PT Prudential Life Assurance bisa menjadi alternatif pilihan bagi Anda.

“Masyarakat perlu memahami betul apa kebutuhan masa depan mereka, rencana keuangan jangka panjang dan toleransi mereka terhadap risiko, serta mempelajari jenis-jenis produk asuransi jiwa mana yang sesuai dengan kebutuhan perlindungan mereka sebelum memilih. Produk unit link dengan ragam manfaat tambahan serta potensi hasil investasi jangka panjangnya dapat menjadi solusi tepat dalam memenuhi kebutuhan di tiap tahapan kehidupan yang berbeda,” kata Jens Reisch, Presiden Direktur Prudential Indonesia.

Asuransi unit link yang menawarkan premi bulanan mulai dari Rp 400.000 ini, memiliki fitur inovatif seperti PRUbooster investasi serta PRUbooster proteksi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X