Bayar Klaim Rp 15 Miliar Per Hari, Manulife Jaga Loyalitas Nasabah

Kompas.com - 20/05/2019, 19:46 WIB
Pemberian apresiasi kepada nasabah Manulife Indonesia di Jakarta, Senin (20/5/2019).Dok. Manulife Indonesia Pemberian apresiasi kepada nasabah Manulife Indonesia di Jakarta, Senin (20/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membayarkan klaim sebesar total Rp 15 miliar setiap hari. Hal ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga kepercayaan dan loyalitas nasabah.

Nasabah harus menjadi yang terutama. Jangan lihat dari hasil laba, tetapi pikirkan dulu apa yang diperlukan nasabah,” ujar Presiden Direktur dan CEO Manulife Indonesia Jonathan Hekster dalam pernyataannya saat memberikan apresiasi kepada dua nasabah Manulife Indonesia di Jakarta, Senin (20/5/2019).

Hekster yang didampingi jajaran direksi Manulife Indonesia lainnya memberikan tanda apresiasi kepada Yovita Gunawan (41) dan Emiryzard Shah Khaled Hilman (18 tahun). Kedua nasabah itu merupakan nasabah unik Manulife Indonesia.

Baca juga: Laba Manulife Indonesia Naik 170 Persen Jadi Rp 2,6 Triliun di 2018

Yovita merupakan nasabah yang memiliki polis Manulife terbanyak, yakni 29 polis dan Emir, sapaan akrab Emiryzard, adalah pemegang polis termuda di Manulife Indonesia.

Hekster menjelaskan, kekuatan bisnis Manulife Indonesia adalah untuk memastikan kapabilitas pembayaran klaim kepada nasabah. Sepanjang 2018, Manulife Indonesia membayar klaim ke nasabah sebesar Rp 5,5 triliun atau sekitar Rp 15 miliar per hari.

“Jangan sampai saat nasabah mengalami bencana, kita tambah lagi dengan ketidakpastian,” tutur Hekster.

Baca juga: Manulife Fokus Investasi Jutaan Dollar AS untuk Pelayanan Nasabah

Yovita mengisahkan, ia memiliki polis pertamanya tahun 1998 yakni produk Darma Prodana. Produk proteksi kesehatan dan investasi itu ternyata sangat menguntungkan, hanya beberapa kali bayar, imbal hasilnya cukup besar.

Setelah itu ia mengambil produk lainnya. Produk terakhir yang ia beli adalah produk Manulife Prime Assurance (MPA), produk proteksi premium untuk individu atau kalangan mapan.

Hanya membayar Rp 150 juta per tahun selama 10 tahun, ia mendapat perlindungan senilai Rp 25 miliar. Bahkan, ia dengan mudah klaim saat melakukan rawat jalan.

Baca juga: Orang Kaya di Indonesia Bertumbuh, Manulife Hadirkan Produk Proteksi Premium

Sementara itu, Emir, nasabah termuda Manulife mengaku membeli polis asuransi Manulife Indonesia karena pengalaman buruk yang dihadapi kakak sulungnya. Kakaknya berkali-kali masuk rumah sakit dan menghabiskan biaya yang sangat besar, namun tak memiliki asuransi.

Belajar dari pengalaman itu, kakak keduanya ikut perlindungan asuransi Manulife Indonesia dan mendapat proteksi dengan layanan memuaskan. Emir mengaku, ia ikut urunan membayar premi bersama kedua orangtuanya dari uang sakunya bermain band.

Menurut dia, adanya perlindungan jiwa berikut investasi membuat ia lebih percaya diri untuk proteksi di masa mendatang. Apalagi, pada masa mendatang, biaya untuk perawatan di rumah sakit tentu tidak murah.




Close Ads X