Restrukturisasi, Ford Bakal Pangkas 7.000 Pegawai

Kompas.com - 21/05/2019, 08:44 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Produsen mobil asal Amerika Serikat, Ford, bakal memangkas 7.000 pegawainya atau sekitar 10 persen dari keseluruhan staf resmi mereka sebagai bagian dari upaya efisiensi.

Seperti dilansir dari CNN, Selasa (21/5/2019), langkah tersebut diprediksi bisa memangkas ongkos yang harus dibayarkan perusahaan hingga 600 juta dollar AS per tahun.

Pihak Ford mengatakan, pekerja akan mulai diberi pemberi tahuan mengenai hal ini per Selasa waktu Amerika Serikat, dan proses pemutusan hubungan kerja akan rampung pada akhir Agustus.

Rinciannya, sekitar 2.400 dari pemutusan hubungan kerja berasal dari Amerika Serikat, dan dari 1.500 posisi yang akan dihilangkan akan melaui proses penawaran secara sukarela.

Baca juga: Honda Akan Tutup Pabriknya di Inggris, 3.500 Pekerja Terancam PHK

Langkah ini merupakan upaya untuk memangkas birokrasi di dalam perusahaan dan meratakan struktur manajemen di samping upayanya untuk memangkas biaya.

Pemangkasan hubungan kerja ini mirip dengan yang telah dilakukan oleh General Motors (GM) yang telah dilakukan pada November lalu. Namun, jumlah pemangkasan pekerja yang dilakukan GM lebih besar, yaitu 8.000 pekerja, atau 15 persen dari pegawai tetap serta kontraknya. GM pun juga telah menutup lima pabriknya di Amerika Selatan.

Ford pun telah melakukan langkah pemangkasan hubungan kerjanya dalam beberapa bulan belakangan, seiring dengan upaya mereka untuk merestrukturasi perusahaan.

Tahun lalu, perusahaan telah berencana akan menggelontorkan 11 miliar dollar AS untuk merencanakan ulang bisnis mereka. Dengan langkah tersebut, diharapkan perusahaan bisa menggenjot penjualan di luar negeri serta memodernisasi armadanya dengan lebih fokus mengembangkan teknologi berbasis listrik dan otonom.

Namun, Ford tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana akan menghabiskan anggaran 11 miliar dollar AS tersebut, serta jenis pekerjaan apa saja yang mungkin akan dipangkas sebagai bagian dari restukturasi bisnis.

Baca juga: Airbus Bakal Hentikan Produksi A380, 3.500 Pekerja Terancam PHK?

Ford juga dikabarkan bakal menutup tiga pabriknya di Rusia, satu pabrik di Eropa serta di Brazil. Namun, langkah yang hingga hari ini diumumkan hanya mewakili sekitar 1 miliar dollar AS dari rencana restrukturasi yang mencapai 11 miliar dollar AS.

Perusahaan otomotif ini menghadapi tantangan global. Unit domestik adalah bagian terkuat dari perusahaan, dan Ford melaporkan pada kuartal terakhir bahwa penjualan dan keuntungan meningkat di Amerika Utara. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk kinerja mereka di luar negeri. Tahun lalu, Ford melaporkan kerugian di Amerika Selatan, Asia dan Eropa.

Pada bulan Maret, Ford mengatakan akan memangkas sekitar 5.000 pekerjaan di Jerman. Ia juga mengatakan akan memangkas sejumlah pekerjaan di Inggris, tetapi tidak memberikan informasi lebih lanjut tentang posisi-posisi yang akan dihilangkan.

Baca juga: Efisiensi, Ford akan Pangkas Ribuan Pekerja di Eropa dan Inggris

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Resah Ada Larangan HP di SPBU, Pertamina: Enggak Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina, Cukup Tunjukkan QR Code

Warga Resah Ada Larangan HP di SPBU, Pertamina: Enggak Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina, Cukup Tunjukkan QR Code

Whats New
Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi I Perdagangan

Rupiah dan IHSG Ditutup Melemah di Sesi I Perdagangan

Whats New
Alfamart Gelar Promo Minyak Goreng, Dijual Mulai dari Rp 20.500 per Liter

Alfamart Gelar Promo Minyak Goreng, Dijual Mulai dari Rp 20.500 per Liter

Spend Smart
Pertamina Siapkan Gerai Pendaftaran di SPBU bagi Masyarakat yang Tak Punya MyPertamina

Pertamina Siapkan Gerai Pendaftaran di SPBU bagi Masyarakat yang Tak Punya MyPertamina

Whats New
Harga Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Harga Cabai Merah Keriting Naik, Berikut Daftar Harga Pangan di Jakarta Hari Ini

Spend Smart
Cek Tarif Tol Bandara Juanda Terbaru dan Sistem Pembayarannya

Cek Tarif Tol Bandara Juanda Terbaru dan Sistem Pembayarannya

Spend Smart
Sri Mulyani Sedih, dari Luasnya Hutan RI, Negara Cuma Dapat Rp 5 Triliun

Sri Mulyani Sedih, dari Luasnya Hutan RI, Negara Cuma Dapat Rp 5 Triliun

Whats New
Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Sulit Dapat Untung, Lion Air Minta Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Dinaikkan

Whats New
RI Punya Hutan Luas tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

RI Punya Hutan Luas tapi Setoran ke Negara Minim, Sri Mulyani: Only Rp 5 Triliun

Whats New
150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

150 Tenaga Kesehatan Indonesia Dikirim ke Arab Saudi

Rilis
Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Data dan Dokumen yang Diperlukan Untuk Daftar Beli Pertalite dan Solar di MyPertamina

Whats New
Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Ekonomi Vietnam Tumbuh 7,72 Persen di Kuartal II, Didongkrak Ekspor Tekstil

Whats New
Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Iklan Berorientasi Agama dan Pentingnya Etika Periklanan

Whats New
Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Gaji Ke-13 Segera Cair, Simak Perbedaan Komponennya Dibanding Tahun 2020 dan 2021

Whats New
AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

AAJI Sebut Jumlah Agen Asuransi Berlisensi Turun, Ini Penyebabnya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.