Survei Buktikan Milenial Sulit Punya Teman di Kantor, Apa Benar?

Kompas.com - 21/05/2019, 15:04 WIB
Ilustrasi rekan kerjaGetty Images/iStockphoto/fizkes Ilustrasi rekan kerja

LONDON, KOMPAS.com - Mayoritas pegawai milenial mengaku sulit menjalin pertemanan di kantor. Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan baru-baru ini.

Dikutip dari The Independent, Selasa (21/5/2019), lebih dari separuh atau 65 persen pegawai berusia 25 hingga 34 tahun bersusah payah untuk berteman di kantor. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang generasi baby boomers yang mencetak persentase 23 persen.

Survei yang dilakukan oleh Milkround.com tersebut melibatkan 2.016 orang responden. Survei tersebut juga menemukan bahwa generasi setelah milenial, atau mereka yang berusia 25 tahun ke bawah, lebih sulit menjalin pertemanan di kantor.

Baca juga: Ingat, Jangan Katakan 6 Hal Ini ke Rekan Kerja

Sebanyak 24 persen Gen Z mengaku merasa cemas ketika bertemu teman atau rekan kerja baru. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 8 persen dari mereka yang berusia 55 tahun ke atas.

Tidak hanya itu, hampir separuh atau 48 persen Gen Z juga mengaku pernah mengajukan izin sakit setidaknya satu kali untuk menghindari acara bersosialisasi di kantor. Sementara itu, 38 persen milenial juga mengakui hal yang sama.

Terkait alasan banyaknya pegawia muda yang sulit memiliki teman atau menjalin hubungan sosial di kantor, faktor yang paling banyak disebut oleh responden adalah stres. Persentasenya mencapai 30 persen.

Baca juga: Gaji Lebih Kecil Dibanding Rekan Kerja? Mungkin ini Penyebabnya

Pakar karier di Milkround Georgina Brazier menyatakan, terkait kondisi tersebut, perusahaan harus mengambil langkah untuk membantu para pegawai muda mereka sebisa mungkin mengembangkan kepercayaan diri secara sosial.

"Dengan memberikan lingkungan kerja yang mendorong interaksi sosial di seluruh level, perusahaan bisa membantu pegawai mengembangkan kemampuan interpersonal, membangun jejaring profesional, dan memupuk keahlian yang dibutuhkan untuk membangun karier mereka," jelas Brazier.

Namun demikian, psikolog Emma Kenny mengungkapkan bahwa pegawai pun harus mengambil langkah-langkah positif untuk memenuhi kebutuhan mereka.

"Kita menghabiskan seperempat kehidupan kita sebagai orang dewasa dengan bekerja. Jadi, mengetahui bahwa kita dikelilingi orang-orang yang bisa dipercaya dan kita senang bersama mereka akan memberikan dampak positif bagi kehidupan. Maka dari itu, masuk akal bila kita harus bekerja keras dalam hal pertemanan di kantor," terang Kenny.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X