Pemudik yang Menyeberang Merak-Bakauheni di Siang Hari Dapat Diskon

Kompas.com - 21/05/2019, 20:36 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (21/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAMenteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghadiri rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan tengah mengkaji penerapan tarif khusus bagi masyarakat yang menggunakan kapal penyeberangan di luar jam sibuk.

Hal tersebutdilakukan sebagai upaya untuk memperlancar arus kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak dan Bakauheni. 


"Saya akan finalkan dalam 1-2 hari ini. Kita tidak ingin penerapan aturan itu melanggar aturan-aturan yang ada,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Budi mengaku lebih memilih penerapan tarif khusus dibandingkan penerapan ganjil genap di pelabuhan Merak dan Bakaheuni untuk mengurai kemacetan. Hal tersebut dipilih setelah mendapat banyak masukan dari masyarakat.

Mantan Dirut Angkasa Pura II itu menjelaskan, nantinya akan ada selisih harga lebih murah sekitar 20 sampai 30 persen untuk pemudik yang akan menyeberang di kedua pelabuhan tersebut pada siang hari.

Namun, pihaknya akan berkoordinasi dengan stakeholder terkait terlebih dahulu sebelum diputuskan dalam waktu dekat.

"Dengan pembedaan harga, (menyeberang) malam hari lebih mahal dan siang hari lebih murah, bisa membuat orang memilih. Jadi malam (harganya) dinaikkan, yang siang diturunkan, maunya begitu,” kata Budi.

Sementara itu, terkait rencana pemberlakuan skema ganjil-genap di Pelabuhan Penyeberangan Merak dan Bakauheni, Budi mengatakan banyak mandapat masukan dari masyarakat yang mengatakan kebijakan ini akan menyulitkan bagi para pemudik yang tidak mengetahui informasi ini.

“Kalau ganjil-genap, saya sependapat itu akan mempersulit. karena orang yang lewat sana bukan orang yang tinggal disini saja, ada orang dari Bandung, Jawa Tengah dan daerah lainnya yang tidak tahu. Itu mungkin menjadi masukan yang baik bagi kita,” ungkapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X