Bank dan Lembaga Keuangan Harus Perkuat Sistem Anti Pencucian Uang

Kompas.com - 22/05/2019, 15:21 WIB
Diskusi tentang solusi teknologi anti pencucian uang oleh Q2 Technologies dan Nice Actimize,Dok. Q2 Technologies Diskusi tentang solusi teknologi anti pencucian uang oleh Q2 Technologies dan Nice Actimize,

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan produk, jasa, dan teknologi di industri keuangan semakin kompleks. Kondisi ini memicu peluang pihak-pihak tidak bertanggungjawab menggunakan produk dan layanan tersebut dengan tidak semestinya.

Demi mengurangi penggunaan bank dan institusi keuangan dalam tindak kejahatan keuangan, penerapan Anti-Money Laundering (AML) alias Anti Pencucian Uang yang optimal dan efektif sangat diperlukan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mewajibkan industri jasa keuangan menerapkan sistem anti pencucian uang. OJK juga menyatakan, kompleksitas produk, layanan, dan teknologi keuangan yang kian berkembang akan menyebabkan peningkatan risiko pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme.

Baca juga: PPATK Ajak Penyelenggara Fintech Mitigasi Pencucian Uang dan Terorisme

Gadaffi Maricar dari NICE Actimize memperkenalkan tantangan-tantangan yang ada dan praktik terbaik dalam menjalankan kewajiban aturan Anti-Money Laundering. Maricar adalah Senior Presales Consultant NICE Actimize.

“Satu titik fokus pada solusi AML yaitu kemampuan memeriksa tanda-tanda dengan lebih baik dan efektif. Bertambahnya pertanda yang berhubungan dengan kejahatan keuangan berkaitan langsung dengan perkembangan transaksi, di mana mengetahui pertanda-pertanda tersebut adalah hal yang terpenting saat ini," jelas Maricar dalam pernyataannya pada diskusi yang digelar NICE Actimize dan Q2 Technologies, Rabu (22/5/2019).

Kemampuan dalam penggunaan proses otomasi, skor prediksi dari SAR (Suspicious Activity Report) dan alur kerja yang teruji, merupakan hal terpenting dalam solusi Anti-Money Laundering saat ini.

Baca juga: OJK Ajukan Kasus BPR MAMS Sebagai Tindakan Pencucian Uang ke Bareskrim

Michael Adinugraha, Senior Vice President Q2 Technologies menjelaskan keberadaan teknologi pendukung pemenuhan aturan adalah suatu keharusan.

"Tetapi bila dilihat dari perspektif praktis, keahlian dalam penerapan dan penunjang sama pentingnya untuk membangun ekosistem bisnis yang efisien dengan sistem Anti-Money Laundering yang berjalan dengan baik," ujar dia.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X