[POPULER MONEY]: Nasib Saham Saratoga Pasca-Pilpres | Rupiah Melemah ke RP 14.500 Per Dollar AS

Kompas.com - 23/05/2019, 06:33 WIB
Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANCalon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (21/5/2019). Pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita seputar pemilu dan kaitannya dengan kegiatan ekonomi masih mendominasi berita terpopuler di kanal Money Kompas.com, Rabu (22/5/2019).

Salah satunya adalah Sandiaga Uno yang kalah dan bagaimana pergerakan saham Saratoga. Berita tersebut menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin.

Berita lainnya adalah mengenai nilai tukar rupiah yang tembus Rp 14.500 per dollar AS akibat aksi massa di Jakarta. Berikut adalah daftar berita terpopuler:

1. Sandiaga Kalah Suara di Pemilu, Bagaimana Nasib Saham Saratoga?

Pengusaha Sandiaga Uno dinyatakan kalah suara dalam Pemilihan Presiden 2019 sebagai Wakil Presiden, mendampingi Prabowo Subianto. Selama masa kampanye Pilpres berlangsung, saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) yang dimiliki oleh Sandiaga terpantau mengalami fluktuasi.

Angkanya sempat naik, bahkan juga turun tak lama setelah Sandiaga melepas kepemilikan sahamnya. Mengapa demikian? Silakan klik di sini

2. Aksi Massa Dorong Rupiah Tembus Rp 14.500 Per Dollar AS

Ketegangan politik di dalam negeri terpantau memanas setelah aksi unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu. Situasi ini telah menekan kurs rupiah yang kini memasuki level psikologis Rp 14.500 per dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data Bloomberg, Rabu (22/5/2019) pukul 10.23 WIB rupiah terkoreksi 0,22 persen di level Rp 14.512 per dollar AS.

Sejak pembukaan pasar rupiah sudah dibuka melemah di level Rp 14.488 per dollar AS, sementara kemarin mata uang Garuda ditutup melemah seharga Rp 14480 per dollar AS. Selengkapnya, silakan buka di sini

3. Pengelola Pasar Tanah Abang: Semoga Tetap Aman...

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin, mengatakan, hingga kini kondisi di Pasar Tanah Abang masih aman. Sebelumnya, lokasi ini menjadi sasaran massa demonstrasi untuk melancarkan aksinya. Selengkapnya baca di sini

4. Kenali 7 Tanda Anda Bakal Dipecat dari Pekerjaan

Apabila Anda bekerja di sebuah perusahaan, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan memutus hubungan profesional dengan Anda. Bisa jadi karena kondisi perusahaan, atau bahkan Anda dipecat. Apabila Anda bakal dipecat oleh perusahaan, sebetulnya ada sejumlah tanda yang bisa Anda kenali sejak dini. Selengkapnya baca di sini

5. Darmin: Dampak Demonstrasi terhadap Rupiah dan IHSG Hanya Sementara

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai dampak demonstrasi yang berakhir ricuh di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) dini hari tadi terhadap melemahnya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) hanya sementara.

Sebab, koreksi terhadap IHSG dan rupiah menurutnya hanya berupa sentimen yang akan berangsur membaik seiring dengan kian stabilnya kondisi politik dalam negeri. Bagaimana penjelasan selengkapnya? Silakan baca di sini

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X