Aprindo: Kerusuhan 22 Mei, Beri Efek Negatif pada Investasi

Kompas.com - 23/05/2019, 10:41 WIB
Suasana  pasca-kerusuhan di sekitaran Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Aksi unjuk rasa berujung ricuh terkait penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh KPU terjadi di depan Kantor Bawaslu, berlangsung dari Selasa (21/5/2019) siang dan berlanjut hingga Rabu. ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYASuasana pasca-kerusuhan di sekitaran Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Aksi unjuk rasa berujung ricuh terkait penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh KPU terjadi di depan Kantor Bawaslu, berlangsung dari Selasa (21/5/2019) siang dan berlanjut hingga Rabu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo) Tutum Rahanta, mengatakan kerusuhan yang terjadi atas penolakan hasil Pemilu memberikan efek negatif pada sektor usaha. Para investor akan berpikir ulang jika ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

"Ujung-ujungnya kita sudah tahu lah kalau bahwa ini akan selesai juga. Cuma kan yang memberikan catatan di benak orang kan, negeri ini sangat berisiko untuk investasi," kata Tutum di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Tutum menjelaskan, kejadian ini tidak hanya menimbulkan kerugian materil tapi juga inmateril, baik bagi peritel maupun masyarakat sekitar usaha ritel yang jalankan selama ini.

"Belum lagi beban psikologis itu yang berat, sebenarnya enggak bisa dihitung. Orang melihat keadaan negeri kita ini kayak gini cara menyelesaikan masalah, sangat-sangat jelek segala sesuatunya dibereskan di jalanan," ujarnya.

Dia menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar potensi kerugian yang dialami para peritel sejak terjadi kerusuhan pada Selasa (21/5/2019). Selain itu, menurutnya efek kerusuhan itu tidak hanya berdampak hari itu tapi ke depannya juga berpengaruh.

"Sekali lagi saya tidak bisa sebutkan angkanya, banyak faktor. Tetapi kan ekonomi bukan hanya sekedar yang kita lihat hari ini dan besok terjadi ,tetapi efek jangka panjangnya," ungkapnya.

Menurutnya, akibat kerusuhan yang terjadi telah berdampak pada peritel di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Peritel pun merugi kdisayangkan" membuka gerai atau usahanya saat kerusuhan.

"Ada yang memang benar-benar loss, yaitu tempat-tempat meeting point, restoran, yang kayak gitu-gitu. Restoran itu, hari itu padat hari itu Anda terisi.  Besok enggak bisa diulangin. Karena meeting-nya jadi hilang," lanjutnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X