Regulator Penerbangan Dunia Bakal Bertemu Bahas Kemungkinan Boeing 737 Max Kembali Terbang

Kompas.com - 23/05/2019, 13:32 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Regulator penerbangan dari seluruh dunia bakal melakukan pertemuan pada Kamis (24/5/2019). Pertemuan dilakukan untuk merundingkan waktu yang tepat armada Boeing 737 Max kembali diterbangkan.

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (23/5/2019) pertemuan antar regulator pemerbangan duni tersebut bakal dipimpin oleh Administrasi Penerbangan Federal ( FAA) Amerika Serikat.

Pesawat pabrikan Boeing jenis 737 Max telah dikandangkan sejak Maret 2019 menyusul kecelakaan dua pesawat jenis tersebut dalam selang waktu lima bulan. Kedua kecelakaan yang melibatkan armada milik Ethiopian Airlines dan Lion Air secar keseluruhan menewaskan 346 orang.

Boeing pun mengklaim telah rampung memperbarui perangkat lunak pesawat yang harus di setujui oleh FAA.

Pihak regulator menyatakan bakal memberikan analisis keamanannya kepada delegasi dari 33 negara, termasuk Inggris, Eropa dan Cina, pada pertemuan di Texas.

Boeing telah mengembangkan perangkat lunak versi terbaru dari Manoeuvring Characteristics Augmentation System (Mcas) untuk pesawat jenis 737 Max, sebuah fitur baru yang didesain untum meningkatkan kendali pesawat sekaligus untuk menghentikan pesawat dalam keadaan sudut yang terlalu tinggi.

Mcas dikabarkan menjadi penyebab dari kecelakaan Ethiopian Airlines san Lion air yang terjadi masing-masing pada Maret 2019 dan Oktober 2018.

FAA diharapkan mampu mempuat aturan terkait sertifimasi penerbangan dalam beberapa pekan ke depan, dan jika berhasil, artinya pesawat jenis 737 Max bisa kembali mengudara pada musim panas ini (di Amerika Serikat).

Walaupun demikian, masih belum jelas apakah regulator selain pemerintah AS bakal mengizinkan Boeing 737 Max untuk kembali terbang.

Sebagai informasi, China merupakan negara pertama di dunia yang melarang penerbangan 737 Mas seiring dengan kecelakaan Ethiopian Airlines. Negara lain yang mengikuti termasuk Inggris, Australia, Selandia Baru dan Uni Eropa.

Amerika Serikat menjadi salah satu negara terakhir yang melarang penerbangan Boeing 737 Max.

Secara keseluruhan, Southwest Airlines dan American Airlines merupakan dua penerbangan dengan pengoperasian Boeing 737 Max terbanyak di dunia.

https://www.bbc.com/news/business-48371100



Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0

Mentan: Sektor Pertanian Sudah Mulai Menyambut Era 4.0

Rilis
Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Pungut PPN untuk Netlfix dkk

Sebelum Indonesia, Negara-negara Ini Sudah Lebih Dulu Pungut PPN untuk Netlfix dkk

Whats New
Siapa Bilang Pemilik Merek Pizza Hut Mau Bangkrut?

Siapa Bilang Pemilik Merek Pizza Hut Mau Bangkrut?

Whats New
Pembangunan Pabrik Es Krim Aice Senilai Rp 500 Miliar Molor, Ini Sebabnya

Pembangunan Pabrik Es Krim Aice Senilai Rp 500 Miliar Molor, Ini Sebabnya

Whats New
Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Suku Bunga Negatif Akan Diterapkan Bank Sentral Inggris, Apa Risikonya?

Whats New
Dari Cemilan 'Rambut Nenek', Ryan Raup Omzet Rp 100 Juta

Dari Cemilan "Rambut Nenek", Ryan Raup Omzet Rp 100 Juta

Work Smart
Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Sederet Klaim Kementan Soal Kalung Ajaib Eucalyptus Anticorona

Whats New
[MONEY SEPEKAN] 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Makin Tajir | Profil M Nasir, Anggota DPR yang Usir Orias

[MONEY SEPEKAN] 15 Orang Paling Kaya di Indonesia Makin Tajir | Profil M Nasir, Anggota DPR yang Usir Orias

Earn Smart
BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

BNI, Bank Komersial Tertua Indonesia yang Sempat Jadi Bank Sentral

Whats New
Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Taksi Express Terancam Pailit? Ini Penjelasan Dirut TAXI

Whats New
Ini Kekayaan Pemilik Susi Air dan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Ini Kekayaan Pemilik Susi Air dan Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Whats New
'Karena di Warung Sebelah Saja Pun Es Krim Ini Ada...'

"Karena di Warung Sebelah Saja Pun Es Krim Ini Ada..."

Whats New
Ratusan Ribu Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Kenapa?

Ratusan Ribu Pensiunan PNS Tak Bisa Cairkan Tabungan Rumahnya, Kenapa?

Whats New
Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Kementan soal Kalung Antivirus: Ini Bukan Obat Oral, Ini Bukan Vaksin...

Whats New
Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Bagaimana Ekonomi Timor Leste Setelah 18 Tahun Merdeka dari Indonesia?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X