Ramadhan, BI Prediksi Inflasi Mei 2019 Capai 0,51 Persen

Kompas.com - 23/05/2019, 15:48 WIB
Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)KOMPAS.com/Ambaranie Pasar Manggis Setiabudi Jakarta, Kamis (27/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia (BI) hingga minggu ketiga Mei menunjukkan harga-harga komoditas masih terkendali. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI memprediksi inflasi Mei sebesar 0,51 persen secara bulanan (mtm).

Sementara secara tahunan, inflasi Mei 2019 diperkirakan 3,14 persen. Perry mengatakan, inflasi bulan ini merupakan yang paling rendah dalam tiga tahun terakhir.

"0,51 persen ini lebih rendah dari rata-rata tiga tahun terakhir di bulan Ramadhan yang rata-ratanya 0,68 persen," ujar Perry di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Baca juga: Inflasi Tinggi, Upah Riil Buruh Tani April 2019 Turun

Meski begitu, dibandingkan bulan lainnya, biasanya inflasi pada bulan Ramadhan cenderung lebih tinggi. Hal ini disebabkan banyaknya kebutuhan konsumsi masyarakat sehingga membuat harga lebih tinggi dari biasanya.

Namun, BI memastikan harga-harha tersebut tetap terkendali. Selain moda angkutan udara, komoditas pangan seperti cabai merah dan bawang putih mengalami kenaikan harga.

"Tapi ada juga sejumlah komoditas yang mebgalami deflasi seperti beras dan bawang merah," kata Perry.

Baca juga: Perang Dagang AS-China Bisa Berimbas ke Inflasi RI

Perry mengatakan, BI bersama pemerintah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus berkoordinasi untuk mengendalikan harga di pasar saat Ramadhan.

"Insya Allah inflasi akan lebih rendah dr 3,5 persen, akan mengarah ke 3,2 persen di akhir tahun," jelas Perry.




Close Ads X