Konsumsi Listrik Nasional Diprediksi Turun 35 Persen saat Lebaran

Kompas.com - 23/05/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi listrikSHUTTERSTOCK Ilustrasi listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memprediksi adanya penurunan konsumsi listrik saat Lebaran 2019. Penurunan konsumsi listrik ini bisa mencapai 35 persen dibanding konsumsi di hari normalnya.

“Turun sekitar 30 sampai 35 persen turun beban puncaknya,” ujar Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah Amir Rosidin di Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Depok, Jawa Barat, Kamis (23/5/2019).

Amir menjelaskan, penurunan jumlah konsumsi listrik tersebut dikarenakan pabrik-pabrik industri libur selama Lebaran. Pasalnya, selama ini konsumsi listrik terbesar berasal dsri konsumen industri.

Baca juga: Wamen ESDM Cek Kesiapan Pasokan Listrik Jelang Lebaran

“Pengaruh sekitar 30-35 persen (ke penjualan listrik). Cukup panjang kan ini sekitar 2 minggu dari katakanlah 30 (Mei) sampai 9 (Juni). Dan tanggal 9 pun orang belum start. Mulai baru beban naik. Memang cukup besar pengaruhnya (ke keuangan),” kata Amir.

Sementara itu, lanjut Amir, untuk konsumsi listrik Jawa-Bali mengalami penurunan mencapai 60 persen. Pada saat Lebaran beban puncak listrik sebesar 17.179 Mega Watt (MW), sementara daya mampu pasok sebesar 27.817 MW.

Perkiraan konsumsi tersebut mengalami penurunan 56 sampai 60 persen.

“Jumlah ini cukup untuk melayani beban puncak Lebaran yang diperkirakan mencapai Cadangan Operasi 10.637 MW dan Reserve Margin 62 persen," ucap dia.




Close Ads X