Grounding Boeing 737 Max Bakal Lebih Lama

Kompas.com - 23/05/2019, 20:12 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - Regulator penerbangan Amerika Serikat mengatakan, kemungkinan Boeing 737 Max kembali mengudara bakal lebih lama dari yang diinginkan oleh maskapai.

Seperti dikutip dari BBC, Acting Director General Otoritas Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat Dan Elwell mengatakan, jika memang membutuhkan waktu satu tahun pelarangan terbang jenis pesawat tersebut, maka hal itulah yang akan terjadi.

Sebagai informasi, regulator penerbangan internasional bakal melakukan pertemuan pada Kamis (23/5/2019) waktu Amerika Serikat, mendiskusikan waktu yang tepat untuk Boeing 737 Max kembali diterbangkan.

Jenis pesawat terbaru milik Boeing tersebut mendapatkan larangan terbang di seluruh dunia setelah terlibat dua kecelakaan dalam lima bulan sehingga menewaskan ratusan orang.

Baca juga: Uni Eropa: Boeing 737 Max Tak Diizinkan Terbang hingga Investigasi Rampung

Chief Executive Ryanair Michael O'Leary mengatakan, pada awal pekan ini bahwa dirinya berharap pada akhir Juni atau awal Juli terdapat kejelasan persetujuan dari regulator penerbangan.

Sementara, ketika Elwell ditanya mengenai realistiskah untuk mengangkat status pelarangan terbang 737 Max dalam waktu dekat, dirinya masih menyangsikan hal tersebut.

"Jika Anda mengatakan pada Oktober, saya bahkan tidak akan mengatakan itu, hanya karena kami belum selesai menentukan dengan tepat apa persyaratan pelatihannya. Jika butuh satu tahun untuk menemukan semua yang kita butuhkan untuk memberi kepercayaan (737 Max) untuk kembali terbang, jadilah itu," ujar dia.

Elwell mengatakan, hasil diskusi antara FAA dan Boeing soal pembaharuan perizinan keamanan merupakan proses yang berjalan secara terus menerus dan tidak terikat target waktu.

Adapun satu keputusan yang hingga saat ini belum dibuat FAA adalah apakah perlu atau tidak bagi pilot untuk menjalani pelatihan simulator untuk pembaruan keselamatan untuk penerbangan Boeing 737 Max.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Whats New
Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Whats New
7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

Spend Smart
Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Whats New
Ada Pandemi Covid-19,  JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Ada Pandemi Covid-19, JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Whats New
Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Whats New
Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Work Smart
Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Whats New
Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Whats New
Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Whats New
Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Whats New
Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Whats New
Kuota Peserta Program Kartu Prakerja Ditetapkan 800.000 Orang Tiap Gelombang

Kuota Peserta Program Kartu Prakerja Ditetapkan 800.000 Orang Tiap Gelombang

Whats New
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X