Ini 4 Jurus Pemerintah Antisipasi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 23/05/2019, 21:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna ke 17 DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna ke 17 DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019).

2. Jaga iklim investasi

Investasi merupakan salah satu aspek yang menunjang pertumbuhan ekonomi. Karena itulah pemerintah begitu peduli untuk mendongkrak angka investasi di Indonesia dengan menjaga inklim investasi.

Kredit investasi diperkirakan akan naik di atas 14 persen. Artinya, investor cukup percaya diri untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, kredit modal kerja juga tumbuh double digit yang mengindikasikan confident terhadap ekonomi Indonesia cukup tinggi. Saat ini pemerintah terus mengajak dan memberikan insentif kepada investor untuk menjaga momentum investasi tersebut.

"Kalau pemerintah terus melakukan perbaikan iklim investasi, kita menggunakan instrumen fiskal untuk memberikan insentif, kita menggunakan policy untuk melakukan perbaikan dari sisi peraturan dan simplifikasi penyederhanaan aturan," kata Sri Mulyani.

3. Menjaga APBN sebagai target

Sri Mulyani mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga akan menjaga APBN sebagai instrumen acuan. Artinya, pemerintah siap mendesign dalam kerangka antisipasi terhadap kondisi yang bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, dampak dari ekspor dan impor yang berasal dari global bisa diminimalisir.

4. Dongkrak produktivitas SDM

Pemerintah tak hanya berkutat dari sisi permintaan saja, tapi juga sisi penyediaannya juga harus diperhatikan. Dalam hal ini, yang harus dipacu adalah produktivitas.

Sri Mulyani mengatakan, penting bagi negara untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbaiki ekonomi dalam negeri dan daya kompetisi kita.

"Karena pada saat global ekonominya melemah, kita perlu untuk terus memupuk daya kompetisi dari perekonomian kita. Karena persaingannya akan makin panjang," kata Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.