Ini 4 Jurus Pemerintah Antisipasi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 23/05/2019, 21:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna ke 17 DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati seusai menyampaikan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna ke 17 DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia memprediksi pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur dan Pasifik akan mengalami perlambatan. Salah satu yang terkena imbasnya adalah Indonesia.

Pelambatan itu terutama dipengaruhi perang dagang Amerika Serikat dan China yang masih memanas. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar, kedua negara ini punya pengaruh yang besar bagi dunia.  Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dinamika tersebut bisa jadi akan berlangsung dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, perlu ada langkah antisipatif yang dipersiapkan agar perlambatan pertumbuhan tidak semakin terpuruk.

"Kalau kita ingin menjaga di dalam negeri momentum ekonomi kita, harus yakinkan bahwa instrumen kebijakan kita siap untuk meminimalisir pengaruh global," ujar Sri Mulyani di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Baca juga: Terpukul Perang Dagang, Singapura Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Pada kuartal I 2019, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,07 persen dari target 5,2 persen.

Berikut langkah antisipasi pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi global:

1. Persiapkan kebijakan preventif

Untuk menekan pengaruh global yang menghambat pertumbuhan, maka perlu merancang kebijakan dalam menjaga permintaan domestik tetap positif.

Caranya dengan menjaga dari sisi konsumsi seperti daya beli, inflasi, dan kestabilan harga. Pemerintah sudah memiliki berbagai instrumen untuk meningkatkan belanja sosial yang akan mempengaruhi masyarakat, terutama di kalangan bawah.

"Kalau inflasi juga rendah, daya beli cukup bagus, berbagai policy pemerintah untuk meningkatkan peningkatan belanja sosial, juga akan memengaruhi terhadap masyarakat terutama kelompok 40 persen terbawah," kata Sri Mulyani.

2. Jaga iklim investasi

Investasi merupakan salah satu aspek yang menunjang pertumbuhan ekonomi. Karena itulah pemerintah begitu peduli untuk mendongkrak angka investasi di Indonesia dengan menjaga inklim investasi.

Kredit investasi diperkirakan akan naik di atas 14 persen. Artinya, investor cukup percaya diri untuk berinvestasi di Indonesia.

Selain itu, kredit modal kerja juga tumbuh double digit yang mengindikasikan confident terhadap ekonomi Indonesia cukup tinggi. Saat ini pemerintah terus mengajak dan memberikan insentif kepada investor untuk menjaga momentum investasi tersebut.

"Kalau pemerintah terus melakukan perbaikan iklim investasi, kita menggunakan instrumen fiskal untuk memberikan insentif, kita menggunakan policy untuk melakukan perbaikan dari sisi peraturan dan simplifikasi penyederhanaan aturan," kata Sri Mulyani.

3. Menjaga APBN sebagai target

Sri Mulyani mengatakan, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga akan menjaga APBN sebagai instrumen acuan. Artinya, pemerintah siap mendesign dalam kerangka antisipasi terhadap kondisi yang bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia.

Dengan demikian, dampak dari ekspor dan impor yang berasal dari global bisa diminimalisir.

4. Dongkrak produktivitas SDM

Pemerintah tak hanya berkutat dari sisi permintaan saja, tapi juga sisi penyediaannya juga harus diperhatikan. Dalam hal ini, yang harus dipacu adalah produktivitas.

Sri Mulyani mengatakan, penting bagi negara untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia sekaligus memperbaiki ekonomi dalam negeri dan daya kompetisi kita.

"Karena pada saat global ekonominya melemah, kita perlu untuk terus memupuk daya kompetisi dari perekonomian kita. Karena persaingannya akan makin panjang," kata Sri Mulyani.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.