Pengusaha Berharap Tak Terjadi Kerusuhan Saat Proses Sengketa Pilpres di MK

Kompas.com - 27/05/2019, 05:11 WIB
Warung mie instan milik Suhama dan Ismail di samping Pos Polisi Sabang yang ludes terbakar pada Kamis (23/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DWarung mie instan milik Suhama dan Ismail di samping Pos Polisi Sabang yang ludes terbakar pada Kamis (23/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengusaha berharapa selama proses gugatan perselisihan hasil pemilu presiden ke Mahkamah Konstitusi (MK) tidak ada lagi aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan, gugatan capres nomor urut 02 terhadap hasil pemilu ke MK tidak akan berpengaruh ke dunia usaha. Akan tetapi, jika selama proses itu dibarengi dengan aksi demonstrasi yang rusuh tentunya berdampak pada dunia usaha.

“Kita harap (jika ada demo) tidak ricuh, karena itu baru akan berpengaruh ke dunia usaha seperti tanggal 22 Mei kemarin itu,” kata Kyatmaja, Minggu (26/5/2019).

Baca juga: Gubernur BI Bantah Ada Rush Money akibat Kerusuhan 22 Mei

Dia mencontohkan, pada demonstrasi yang berujung ricuh pada 22 Mei lalu, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara yakni pasar Tanah Abang yang sempat tutup karena adanya demonstrasi itu dan mengakibatkan kerugian yang besar.

“Seperti (pasar) Tanah Abang kemarin (22 Mei) itu ruginya luar biasa. Belum efek multiplier ke daerah, jalan – jalan jelas terganggu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Ruhanta. Dia mengatakan, yang dikhawatirkan bukanlah gugatan hasil pemilu tersebut, tetapi kemungkinan adanya dampak buruk keamanan yang mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

“Silakan jalankan aturan yang ada, tetapi jangan mengganggu aktivitas masyarakat,” ucap Tutum.

Baca juga: Ada Kerusuhan 22 Mei, Modal Asing Tetap Masuk Indonesia

Sementara Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Danang Girindrawardana berharap, pasangan capres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga dapat mengontrol massa pendukung mereka untuk tidak anarkis dan mempercayakan semua proses pada mekanisme konstitusional.

Dia mengatakan, demonstrasi yang anarkis tidak hanya menimbulkan kerugian materil tetapi juga kerugian nyawa seperti yang terjadi pada demonstrasi 22 Mei lalu. Selain itu, adanya demonstrasi yang berujung kericuhan dikhawatirkan menimbulkan efek psikologis negatif bagi masyarakat.

“Kita berharap Pak Prabowo dan Pak Sandi benar-benar menunjukkan sikap kenegarawanan yang tinggi,” tutur Danang. (Vendi Yhulia Susanto)

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Pengusaha berharap tidak terjadi kerusuhan selama sengketa Pilpres diproses di MK


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X