Menurut OJK, Ini Alasan Investor Asing Dominan di Pasar Modal RI

Kompas.com - 28/05/2019, 15:47 WIB
Ilustrasi pasar modal ThinkstockIlustrasi pasar modal

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) mengungkapan satu kenyataan bahwa dominasi investor asing di pasar modal Indonesia masih sangat dominan.

Padahal, upaya untuk meningkatkan permodalan yang berasal dari investor domestik terus dilakukan.

"Anda bisa bayangkan kenapa investor asing selalu dominan di Indonesia untuk pasar modal," ujar Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito, Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Baca juga: OJK Paparkan Peluang Investasi di Pasar Keuangan RI ke Investor Asing

Untuk memecah dominasi itu, salah satu jalan yang menurut OJK penting adalah dengan memperbesar dana yang berasal dari investor domestik. Caranya yakni dengan gemar menyimpan atau menabung uang di bank.

Dengan demikian, dana yang terkumpul menjadi dana pihak ketiga (DPK) dari masyarakat bisa menjadi pendanaan di dalam negeri.

"Pak Ketua OJK (Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso) sudah sampaikan kredit kita tumbuh 2 digit, sementara DPK (Dana Pihak Ketiga di bank) relatif enggak tumbuh dengan baik," kata Sardjito.

Baca juga: OJK Minta Mendikbud dan Menag Wajibkan Pelajar Menabung

"Artinya orang Indonesia enggak senang nabung. Di kawasan ASEAN saja kita masih kalah dengan Filipina, bayangin," sambungnya.

Oleh karena itulah, OJK sedang berupaya menggalakkan kembali budaya menabung sejak usia sekolah. Rencananya hal ini akan menjadi gerakan nasional yang tidak hanya menjangkau sekolah umum, tetapi juga madrasah dan pesantren.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X