Capt Vincent Raditya Boleh Terbangkan Cessna 172 Miliknya, asal...

Kompas.com - 29/05/2019, 11:31 WIB

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Capt Vincent Raditya, pilot sekaligus vlogger yang dikenal luas karena videonya yang diunggah di Youtube harus "beristirahat" tidak boleh menerbangkan pesawat Cessna 172 registrasi PK-SUY.

Hal ini menyusul dicabutnya lisensi terbang single engine oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena Capt Vincent dianggap sudah menyalahi aturan penerbangan.

Meski begitu, pintu Vincent kembali menerbangkan pesawat Cessna 172 masih terbuka. Sebab, Kemenhub juga masih membuka pintunya, namun tentu ada syarat yang harus dipenuhi.

Baca juga: Kapten Vincent Raditya Masih Bisa Terbangkan Batik Air

"Ditjen Hubud (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara) akan memberikan kesempatan kepada Capt Vincent Raditya," tulis Kemenhub dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (29/5/2019).

"Apabila menginginkan kembali kemampuan Single Engine Land Class Rating, maka dapat mengajukan kembali sesuai ketentuan CASR Part 61," sambung Kemenhub.

Dalam CASR Part 61, seseorang yang ingin mendapatkan lisensi terbang harus melalui berbagai syarat yang ditentukan. Itu artinya, Vincent masih punya kesempatan menerbangkan pesawat Cessna 172.

Baca juga: Lisensi Single Engine Capt Vincent Dicabut, Ini Penjelasan Lengkapnya

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, pencabutan lisensi terbang Single Engine Capt Vincent dilakukan sebagai pelajaran agar semua pihak memprioritaskan keamanan penerbangan

Vincent diputuskan telah melanggar aturan. Pertama, membawa penumpang duduk di samping Pilot (Hot Seat), baik pilot maupun penumpang tidak menggunakan shoulder harness sesuaai ketentuan  CASR 91.105 dan CASR 91.107.

Kedua, Vincent memberikan kendali terbang kepada orang yang tidak berwenang.

Ketiga, Vincent dengan sengaja melakukan manuver zero gravity (G Force) kepada penumpang umum padahal ia bukan pemegang otorisasi Flight Instructor.

“Kami mengimbau kepada seluruh penerbang pesawat udara sipil untuk tidak melakukan aksi manuver zero gravity (G Force) kepada penumpang umum," kata Polana.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.