Kurs Rupiah Terbakar Panasnya Perang Dagang

Kompas.com - 30/05/2019, 05:01 WIB
Ilustrasi Rupiah MelemahTOTO SIHONO Ilustrasi Rupiah Melemah

JAKARTA, KOMPAS.com - NIilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (29/5/2019) kembali loyo. Sebab, sentimen dari perang dagang Amerika Serikat (AS)-China semakin panas.

Berdasarkan data Bloomberg, pada Rabu kurs rupiah ditutup melemah 0,24 persen di level Rp 14.410 per dollar Amerika Serikat (AS). Begitu pula dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda melemah 0,25 persen ke level Rp 14.417 per dollar AS.

Memanasnya kembali perang dagang antara AS dan China menjadi pemicu pelemahan rupiah. China siap untuk menggunakan tanah jarang untuk menyerang balik AS dalam perang dagang.

Ini adalah sebuah langkah yang akan meningkatkan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Baca juga: Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp 14.400 Per Dollar AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Senin (28/5/2019) bahwa AS belum siap untuk membuat kesepakatan dengan China. Di sisi lain, China dikabarkan akan menyerang AS dengan membatasi ekspor material bahan manufaktur untuk AS.

Sementara itu, ekonomi negeri Paman Sam makin ciamik. Rilis data indeks keyakinan konsumen di AS versi Conference Board tercatat 134,1, naik 4,9 poin dibandingkan posisi bulan sebelumnya dan mencapai posisi tertinggi sejak November 2018. 

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, data tersebut mengartikan indeks konsumen AS masih optimistis menatap masa depan. Konsumen masih berencana untuk meningkatkan belanja, yang bakal menjadi pondasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam pembentukan produk domestik bruto (PDB) AS. 

Baca juga: Kurs Rupiah Menguat Meski Dollar AS Masih Kokoh

Asal tahu saja, konsumsi rumah tangga menyumbang hampir 70 persen dalam pembentukan PDB di AS. Lebih lanjut Ibrahim menuturkan, AS masih punya harapan ekonomi bakal tumbuh di tengah sentimen perang dagang dengan China, seiring kuatnya konsumsi rumah tangga. 

“Sehingga data yang positif bisa saja The Fed tidak jadi menurunkan suku bunga acuan tahun ini,” kata Ibrahim, Rabu.

Untuk itu, Ibrahim memprediksi pada perdagangan Jumat (31/5/2019) rupiah masih bisa melemah lagi level Rp 14.385-Rp 14.480 per dollar AS. (Yusuf Imam Santoso)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Rupiah terbakar panasnya perang dagang

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X