Diluncurkan April 2019, Shopee Kumpulkan Donasi Rp 351 Juta Lebih

Kompas.com - 30/05/2019, 06:38 WIB
Konferensi Pers pencapaian Shopee pada program Ramadhan 1440 H Shopee di Jakarta, Rabu (29/5/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYAKonferensi Pers pencapaian Shopee pada program Ramadhan 1440 H Shopee di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan e-commerce Shopee mengumpulkan donasi dan zakat para penggunanya melalui fitur zakat digital yang baru diluncurkan 1 bulan sejak April 2019.

Donasi yang terkumpul sejak kampanye program Big Ramadhan Sale dimulai hingga 29 Mei 2019 telah mencapai Rp 351.162.066. Dana ini diproyeksi akan semakin bertambah karena pengguna masih dapat berdonasi hingga akhir Juni 2019.

Rezki Yanuar, Country Brand Manager Shopee mengatakan, nantinya sebagian donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Parongpong. Donasi yang diterima oleh dua lembaga ini sebesar Rp 108.502.000.

Baca juga: Jenius dan Baznas Hadirkan Zakat dan Donasi Digital

"sebagian total donasi yang terkumpul akan digunakan oleh Baznas untuk mendukung salah satu programnya, yaitu Hidangan Berkah Ramadhan," kata Rezki di Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Rezki menyebut, kerja sama Baznas dengan Shopee sebagai bentuk ajakan kepada pengguna untuk menyisihkan dana dan memberikan makanan yang bergizi untuk 13.000 mustahik (orang yang tidak mampu).

Sebagian donasinya juga akan disalurkan untuk program Parongpong, yaitu mengelola sampah selama bulan Ramadhan di 6 masjid Jakarta dan Bandung.

"Bersama Parongpong kami mencoba menjaga kebersihan di masjid-masjid dan lingkungan saat bulan Ramadhan. Sehingga di bulan-bulan berikutnya kebersihan masjid ini juga bisa terus berlanjut," jelas Rezki.

Baca juga: Transaksi Shopee Melonjak 300 Persen Saat Ramadhan, Ini Sebabnya

Apalagi, imbuh dia, sampah makanan di bulan Ramadhan meningkat dibanding hari-hari biasa. Padahal di hari-hari biasa pun Indonesia merupakan negara penghasil sampah kedua terbesar setelah Arab Saudi.

Berdasarkan data yang dipaparkan Parompong, sampah di Jakarta bisa mencapai 4.000 ton per hari. Selama bulan Ramadhan, sampah meningkat menjadi 5.200 ton, sementara sampah organik meningkat 30 persen saat bulan Ramadhan dari 55,38 persen di hari biasa.

"Bulan Ramadhan sampah makanan lebih banyak, padahal makan hanya saat sahur dan berbuka yang harusnya lebih sedikit. Inilah mengapa kita cukup konsen untuk menjalin kerjasama dengan Parompong dalam hal mengelola sampah," pungkas Rezki.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X