CEO Boeing Minta Maaf kepada Keluarga Korban Kecelakaan 737 Max

Kompas.com - 30/05/2019, 09:06 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui. AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEARPesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru serta populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

NEW YORK, KOMPAS.com - CEO pabrikan pesawat asal AS Boeing Dennis Muilenberg menyampaikan permohonan maaf secara pribadi kepada keluarga 346 korban tewas kecelakaan dua pesawat jenis 737 MAX. Muilenberg pun menyatakan pihaknya bekerja keras untuk mengembalikan kepercayaan publik.

"Secara pribadi saya memohon maaf kepada keluarga (korban). Kami meminta maaf atas apa yang telah terjadi. Kami menyesal atas hilangnya nyawa dalam kecelakaan-kecelakaan itu," kata Muilenberg seperti dikutip dari CNBC, Kamis (30/5/2019).

Pada pertengahan Maret 2019 lalu, otoritas penerbangan di seluruh dunia melarang pesawat Boeing 737 MAX untuk terbang. Ini menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines, kurang dari lima bulan setelah kecelakaan serupa dialami pesawat Lion Air di Indonesia.

Baca juga: Grounding Boeing 737 Max Bakal Lebih Lama

Kedua pesawat naas tersebut adalah pesawat Boeing 737 MAX 8. Pelarangan terbang di seluruh dunia menghantam saham Boeing yang anjlok lebih dari 17 persen sejak kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines.

Akibat insiden itu pula, sejumlah maskapai susah payah mencari pesawat baru guna memenuhi puncak permintaan saat libur musim panas.

Boeing pun menghadapi beragam tuntutan dari keluarga korban. Boeing dan Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) juga menerima tekanan terkait proses persetujuan pesawat dari regulator.

Muilenberg, yang telah berkarier di Boeing selama lebih dari 30 tahun, mengatakan dua kecelakaan pesswat tersebut memberikan dampak yang sangat besar kepada dirinya secara pribadi. Dua insiden itu juga sangat berdampak pada dirinya sebagai pimpinan Boeing.

Baca juga: Soal 737 Max, Lion Air Masih Pertimbangkan Tuntut Ganti Rugi ke Boeing

Sebelumnya, Muilenberg menyatakan kepada investor bahwa kepercayaan publik untuk terbang terlukai dengan adanya dua kecelakaan tersebut.

"Kami tahu bahwa kepercayaan publik terlukai akibat kecelakaan-kecelakaan ini. Kami bekerja keras untuk memperoleh dan kembali memperoleh kepercayaan publik untuk terbang," terang Muilenberg.

Ia menegaskan pula bahwa pihaknya mengambil segala tindakan yang diperlukan guna memastikan kecelakaan-kecelakaan serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X