Bos Go-Jek Sebut Tak Cuma Andalkan Transportasi Online agar Untung

Kompas.com - 30/05/2019, 13:50 WIB
CEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam acara peresmian ekspansi  Go-Jek ke Hanoi, ibukota Vietnam, lewat brand Go-Viet pada Rabu (12/9/2018). Oik Yusuf/KOMPAS.comCEO Go-Jek Nadiem Makarim dalam acara peresmian ekspansi Go-Jek ke Hanoi, ibukota Vietnam, lewat brand Go-Viet pada Rabu (12/9/2018).

Sementara itu, Go-Jek dipandang sebagai bagian dari gelombang bisnis seperti Uber ketika meluncurkan aplikasi ojek online pada Januari 2015. Namun, Nadiem menegaskan bahwa Go-Jek berbeda dengan perusahaan serupa.

Baca juga: Go-Jek Sudah Decacorn, Kapan Traveloka dan Bukalapak Menyusul?

Ia mengatakan, ride hailing merupakan komponen penting bagi bisnis Go-Jek karena layanan yang paling sering digunakan untuk menarik pengguna ke aplikasi. Di samping itu, layanan tersebut juga menjadi sumber pendapatan konstan untuk 2 juta mitra pengemudinya.

Nadiem menolak membeberkan target waktu untuk memperoleh keuntungan, yang mana menunjukkan hal tersebut akan menjadi tujuan jangka panjang.

"Go-Jek bermaksud untuk menginvestasikan kembali semuanya ke dalam pertumbuhan untuk merebut pangsa pasar untuk saat ini," kata Nadiem.

Baca juga: Grab Sebut Ingin 4 Kali Lipat Lebih Besar dari Go-Jek

Diketahui, saat ini Go-Jek dihadapkan dengan perusahaan aplikasi transportasi berbasis di Singapura, Grab. Diketahui, keduanya memiliki layanaan yang nyaris sama, mulai dari ride hailing, layanan pesan antar makanan, jasa pengiriman barang, dan menjadi platform pembayaran.

Go-Jek didukung oleh investor yang kuat termasuk Google, grup internet China Tencent Holdings dan perusahaan ekuitas swasta AS KKR. Nilainyanyang mencapai 10 miliar dollar AS membuatnya disebut decacorn.

Nadiem menambahkan, Google telah menginvestasikan 500 juta dollar AS di Go-Jek, yang mana menjadi mitra terbesar mereka di Asia Tenggara. Pertanyaan selanjutnya adalah, ke depannya, apakah Go-Jek dapat mereplikasi pertumbuhannya yang cepat di luar negeri tanpa kehilangan kekuatan di negara asalnya.

Diketahui, baru-baru ini layanan Go-Jek diperluas ke Vietnam, Singapura, dan Thailand. Sementara Grab berinvestasi besar-besaran di Indonesia, ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X