Ganjil-Genap di Merak-Bakauheni Dicabut, Ini Penjelasan Kemenhub

Kompas.com - 30/05/2019, 14:14 WIB
Ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memadati Dermaga IV Pelabuhan Merak saat terjadi ombak besar dan angin kencang, Jumat (1/12/2017). Rute penyeberangan Jawa-Sumatera di Selat Sunda terdampak siklon tropis Dahlia mengakibatkan kecepatan angin meningkat hingga 45 knot serta tinggi gelombang laut sampai 6 meter yang dapat mengancam keselamatan pelayaran membuat otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak menerapkan sistem buka tutup yang berdampak antrean kendaraan makin panjang.ANTARA FOTO/WELI AYU REJEKI Ribuan kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera memadati Dermaga IV Pelabuhan Merak saat terjadi ombak besar dan angin kencang, Jumat (1/12/2017). Rute penyeberangan Jawa-Sumatera di Selat Sunda terdampak siklon tropis Dahlia mengakibatkan kecepatan angin meningkat hingga 45 knot serta tinggi gelombang laut sampai 6 meter yang dapat mengancam keselamatan pelayaran membuat otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak menerapkan sistem buka tutup yang berdampak antrean kendaraan makin panjang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencabut kebijakan penerapan ganjil genap di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni.

“Pencabutan imbauan ganjil/genap ini tertuang dalam surat bernomor AP.201/1/13/DJPD/2019 mengenai Pencabutan Imbauan Pemberlakuan Tanda Nomor Kendaraan Ganjil/Genap Selama Masa Angkutan Lebaran Tahun 2019 (1440 H) di Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni,” kata Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Chandra Irawan dalam keterangannya, Kamis (30/5/2019).

Chandra menjelaskan, dalam surat tersebut menyatakan bahwa surat sebelumnya mengenai pemberlakuan ganjil/genap di Merak-Bakauheni telah dicabut dan tidak berlaku lagi.

Baca juga: Aturan Ganjil Genap di Pelabuhan Merak Dicabut

Surat tentang pencabutan tersebut telah disampaikan kepada Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung, BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Dirut PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ketua Umum DPP Gapasdap, dan Ketua Umum DPP INFA.

Dia menambahkan, pencabutan kebijakan ganjil/genap ini akan diinformasikan pihak Ditjen Perhunungan Darat kepada masyarakat melalui media massa agar diketahui segera oleh masyarakat luas.

“Pembatalan ganjil/genap tersebut karena adanya kebijakan diferensiasi tarif di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni yang berlaku pada 30 Mei-3 Juni di Pelabuhan Penyeberangan Merak dan tanggal 7 Juni sampai 10 Juni di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni,” tambahnya.

Baca juga: Catat, Diskon 10 Persen Menyeberang Merak-Bakauheni di Siang Hari

Ia melanjutkan, diskon tarif akan dikenakan sebesar 10 persen dari Tarif Tiket Terpadu untuk angkutan kendaraan penumpang beserta  penumpangnya dengan ukuran  panjang sampai dengan lima meter (Golongan IV) pada pukul 08.01 WIB sampai 19.59 WIB.

Sementara itu, untuk Kenaikan Tarif Jasa Kepelabuhanan dikenakan sebesar 10 persen dari Tarif Tiket Terpadu untuk angkutan kendaraan penumpang beserta penumpangnya dengan ukuran panjang sampai  dengan lima meter (Golongan IV) pada pukul 20.00 WIB semapai pukul 08.00 WIB.

"Adanya kebijakan diferensiasi tarif ini guna mencegah penumpukan calon penumpang pada waktu malam hari. Sehingga penumpang dapat terdistribusi pada beberapa pilihan waktu keberangkatan," tandasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X