Pemerintah Bedah Dampak Mahalnya Tiket Pesawat ke Pariwisata

Kompas.com - 01/06/2019, 04:11 WIB
Ilustrasi tiket pesawat. Kemenhub tak perlu persetujuan INACA untuk turunkan tarif batas atas tiket pesawat. SHUTTERSTOCKIlustrasi tiket pesawat. Kemenhub tak perlu persetujuan INACA untuk turunkan tarif batas atas tiket pesawat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Perekonomian memastikan tidak akan berhenti menelaah lebih dalam dampak mahalnya tiket pesawat.

Setelah inflasi, Kementerian Koordinator Perekonomian melakukan telaah lebih dalam untuk melihat dampak mahalnya harga tiket kepada sektor pariwisata.

"Kami lihat dampaknya ke turisme, tidak hanya orang mudik, kita dalami terus," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: Tiket Pesawat Rp 21 Juta dan Rute Aneh Jadi Polemik Jelang Lebaran

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir mengatakan, belum bisa menyampaikan kesimpulan kajian tersebut.

Meski begitu, Iskandar mengungkapan telah terjadi kontraksi sektor perhubungan udara pada kuartal I 2019 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Memang ada penurunan dari angkutan udara terjadi kontraksi 10,2 persen kan. Itu termasuk Pak Menko sedang kami pelajari terhadap pariwisata," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Studi: Kemauan Masyarakat Beli Tiket Pesawat Masih Normal

Selain soal itu, ia sempat membahas soal harga tiket pesawat jelang Lebaran 2019. Dari hasil pemantauan, Iskandar menyebut telah terjadi penurunan harga tiket pesawat Rp 100.000 hingga Rp 250.000.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.