Selamat Datang Maskapai Penerbangan Asing di Indonesia

Kompas.com - 03/06/2019, 10:23 WIB
Ilustrasi pesawat rebelcircus.comIlustrasi pesawat

Sampai sekarang kita tidak pernah tahu adakah hubungan antara penerbangan murah, persaingan antar-maskapai, dan kecelakaan pesawat.

Lazim terjadi, bila orang memperoleh keuntungan maka tak ada reaksi untuk menyelidiki apa yang terjadi. Semua fokus meningkatkan keuntungan yang diperoleh dengan model bisnis tiket murah.   

Sebaliknya, ketika harga tiket “melambung tinggi”, yang sebenarnya kembali kepada harga yang “wajar” sebagai sarana transportasi dengan biaya operasi tinggi, banyak pihak yang “menjerit” dan protes, mengapa hal itu bisa terjadi.

Pada dasarnya mahal

Pada dasarnya biaya operasi penerbangan adalah mahal. Bila ada penyelenggaraan penerbangan berbiaya murah, maka dipastikan itu hanyalah implementasi dari “model bisnis” dan atau “strategi marketing” belaka yang tidak mungkin bisa diselenggarakan secara terus menerus. 

Beberapa komponen yang sangat sensitif mempengaruhi harga jual tiket adalah harga BBM, biaya pemeliharaan pesawat , kurs dolar AS dan jasa penunjang bagi operasi penerbangan serta pajak. 

Ini adalah jawaban yang menjelaskan betapa strategi pemasaran dan model bisnis yang memunculkan harga tiket murah tidak bisa bertahan terhadap variabel sensitif yang cukup banyak dalam menopang sebuah operasi penerbangan. Variabel-variabel yang menentukan itu tidak bisa dijamin dapat dipatok selalu dalam harga yang sama, apalagi murah.   

Sampai di sini maka dengan mudah dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan penerbangan di Indonesia tidak mempunyai hubungan timbal balik yang harmonis antara pemerintah sebagai regulator dan maskapai penerbangan selaku operator.   

Sebaliknya dipermukaan terlihat sekali kecenderungan dari stake holder penerbangan untuk bersama-sama, kompak dalam memacu satu hal saja yaitu meningkatkan “slot penerbangan”.

Target ini digenjot habis-habisan pantang mundur demi tercapai hasil pertumbuhan penumpang yang “fantastis” dan mengagumkan seluruh dunia yaitu per tahunnya dapat mencapai angka 2 digit, di tengah rendahnya pertumbuhan ekonomi global.   

Kedodoran

Bersamaan dengan itu, sebagai sebuah konsekuensi logis maka secara perlahan namun pasti tampaklah kemudian faktor ketertinggalan dalam hal pengelolaan sumber daya manusia dan kesiapan infrastruktur penerbangan.   

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

[POPULER DI KOMPASIANA] Bersaudara dengan WNA karena Bersepeda | Gaya Mengajar ala Sensei Nobi | Mengenal Growol dari Kulon Progo

Rilis
Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Soal Direksi Baru BRI, Ini Respons Kadin hingga Pelaku UMKM

Whats New
Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Akhir Januari, 3.000 Unit GeNose Dipersiapkan untuk Dipasarkan

Whats New
Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Luhut Minta Tarif Tes Covid-19 Pakai GeNose di Bawah Rp 20.000

Whats New
Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Luhut Ingin di Setiap RT, Supermarket, dan Fasilitas Umum Pakai GeNose untuk Tes Covid-19

Whats New
Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Stasiun Pasar Senen Akan Dipasang GeNose, Alat Pendeteksi Covid-19 Buatan Indonesia

Whats New
Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Bio Farma: 4 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Siap Didistribusi pada Februari 2021

Whats New
IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

IHSG Merosot 1,04 Persen dalam Sepekan, Ini Sentimen Pemicunya

Whats New
Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Sandiaga Uno Minta UMKM di Batam Berinovasi di Masa Pandemi Covid-19

Rilis
Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Disrupsi akibat Pandemi

Work Smart
Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Pemerintah Akan Terbitkan 0RI019, Begini Cara Belinya

Whats New
Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Rp 4.000

Whats New
Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Rincian Harga Emas Batangan 0,5 Gram hingga 1 Kg di Pegadaian Terbaru

Spend Smart
Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Polemik Pangan di Awal Tahun: Habis Kedelai, Terbitlah Daging Sapi

Whats New
Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Masih Ada Peluang Guru Honorer Jadi CPNS

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X