Malaysia Airlines Pertimbangkan Kembali Pesanan Pesawat Boeing 737 Max

Kompas.com - 03/06/2019, 13:31 WIB
Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 saat terbang untuk pertama kalinya di Renton, Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

LONDON, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Malaysia Airlines Bhd dikabarkan tengah mempertimbangkan kembali pesanan 25 unit pesawat Boeing 737 Max senilai 2,75 miliar dollar AS. Ini menyusul masih berlanjutnya larangan terbang bagi pesawat tersebut setelah dua kecelakaan melibatkan pesawat Boeing 737 Max 8.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (3/6/2019), sumber menyatakan hingga saat ini Malaysia Airlines belum memberikan keputusan. Namun, kabarnya Malaysia Airlines menginginkan kepastian dari Boeing terkait keamanan pesawat 737 Max sebelum melanjutkan pemesanan.

Situasi terkait maskapai nasional Malaysia tersebut menambah jumlah maskapai yang meragukan pesawat Boeing 737 Max. Sebelumnya, Garuda Indonesia menyatakan tidak lagi ingin membeli pesawat Boeing 737 Max yang telah dipesannya, begitu juga Lion Air yang membatalkan pesanan.

Baca juga: CEO Boeing Minta Maaf kepada Keluarga Korban Kecelakaan 737 Max

Pada tahun 2016 silam, Malaysia Airlines setuju membeli 25 unit pesawat Boeing 737 Max 8. Malaysia Airlines juga diberikan opsi untuk menaikkan pesanan hingga dua kali lipat.

Apabila itu terjadi, maka nilai pesanannya mecapai 5,5 miliar dollar AS. Meskipun demikian, hingga saat ini Malaysia Airlines belum menerima pengiriman pesawat Boeing 737 Max.

Adapun pihak Boeing tengah memetakan langkah agar pesawat 737 Max dapat kembali beroperasi ketika regulator mencabut larangan terbang. Akan tetapi, belum ada linimasa yang jelas terkait kapan itu bisa terwujud.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) sebelumnya memproyeksikan belum ada keputusan apapun yang akan diambil terkait nasib pesawat Boeing 737 Max dalam 12 pekan alias tiga bulan ke depan.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X