Jaga Stabilitas Harga, Bulog Gencar Lakukan Operasi Pasar

Kompas.com - 03/06/2019, 21:23 WIB
Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Jakarta, Selasa (22/1/2019). Kompas.com/Mutia FauziaDirektur Utama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) Jakarta, Selasa (22/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) terus menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga pangan di Ramadhan dan Idul Fitri 2019.

Ini dilakukan lewat kegiatan Pasar Murah (Pasmur) dan Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP CBP) di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, mengatakan dalam Pasmur dan OP CBP ini pihaknya telah menggelontorkan 225 ribu ton beras medium dengan rata-rata per hari mencapai 1.000-2.000 ton beras. Sedangkan target OP CBP sebesar 15.000 ton per hari dapat dicapai saat musim paceklik yang diperkirakan harga beras akan meninggi.

Berdasarkan pantauan internal Bulog, pada Ramadhan tahun ini harga beras cenderung stabil, dengan harga rata-rata di Mei 2019 sebesar Rp 11.494/kg dan diperkirakan harga pada Juni ini sebesar Rp 11.491/kg.

“Keberhasilan menjaga ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium di setiap daerah akan tercipta bila dilakukan secara bersama dengan dukungan seluruh pihak, terutama dari Pemerintah Daerah, dinas terkait, Satgas Pangan dan para pelaku pasar," kata Budi dalam keterangannya, Senin (3/6/2019).

Budi menjelaskan, dalam pelaksanaan Pasmur dan Kegiatan Pasmur dan OP CBP ini, Bulog menyediakan berbagai produk pangan seperti Gula Pasir, Minyak Goreng, Tepung Terigu, dan Daging Beku.

Ketersediaan stok pangan tersebut dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan dan Idul fitri. Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran akan gejolak harga pangan untuk produk tersebut.

“Permintaan akan kebutuhan produk pangan yang dikuasai Bulog cukup tinggi, khususnya aging Beku, 11 ribu ton daging beku telah terjual selama Ramadhan ini. Masyarakat mulai menyukai daging beku ini karena selain murah dan empuk, proteinnya lebih banyak dari daging sapi. Secara keseluruhan, stok produk Bulog dalam kondisi aman, tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat," tuturnya.

Dia menambahkan, hingga kini stok beras Bulog secara nasional lebih dari 2,2 Juta ton. Gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia siap menyalurkan stok tersebut bila sewaktu-waktu dibutuhkan pemerintah baik untuk bencana alam maupun untuk Operasi Pasar CBP guna stabilisasi harga.

Selin itu juga untuk menjaga stok dalam rangka Hari Besar dan Keagamaan Nasional (HBKN) di Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2019.

“Dengan stok yang cukup besar, artinya Bulog siap menjaga tiga pilar ketahanan pangan Nasional yakni Pilar Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Stabilisasi," tandas Budi.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X