Kata Menhub, Ini Syarat Maskapai Asing Beroperasi di Dalam Negeri

Kompas.com - 04/06/2019, 06:46 WIB
Ilustrasi pesawat rebelcircus.comIlustrasi pesawat

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) mengaku tengah mengkaji kemungkinan masuknya maskapai asing di Indonesia. Sebelumnya, usulan ini diberikan oleh Presiden Joko Widodo sebagai solusi dari mahalnya tarif tiket pesawat di dalam negeri.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan, terdapat beberapa syarat untuk perusahaan penerbangan luar negeri beroperasi di bursa penerbangan domestik.

"Kita tidak dengan mudah menerima asing, apalagi bisnis udar membutuhkan kualifikasi yang baik. Sehingga kami sedang kaji dan akan melaporkan ke Presiden sebelum menetapkan," ujar Budi di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Baca juga: Wacana Jokowi soal Maskapai Asing Beroperasi di RI, Ini Kata Menhub

Dia menjelaskan, maskapai asing perlu mematuhi asas cabotage dalam penerbangan, di mana maskapai asing yang ingin membuka rute domestik harus membangun perusahaan di Indonesia. Sehingga, 51 persen dari saham maskapai tersebut telah dinasionalisasi.

"Mereka harus kerja sama dengan perusahaan dalam negeri dengan komposisi saham 49 persen asing dan 51 persen nasional. Artinya lebih banyak yang nasional," katanya.

Selain itu, maskapai asing juga perlu memastikan jaminan tingkat keamanan dalam penerbangan seperti pemeriksaan kelayakan dan usia armada pesawat yang digunakan kepada Kemenhub sebelum akhirnya dilaporkan kepada Presiden.

Baca juga: Selamat Datang Maskapai Penerbangan Asing di Indonesia

Menurut Budi, tidak mudah untuk maskapai asing membuka rute domestik.

"Perlu diketahui industri perhubungan udara sangat tight, yang pertama, isi pemainnya tidak banyak dan syaratnya tinggi sekali," ujar dia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X